2020-08-03 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sebanyak 4,99 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari 47.030 desa telah menerima bantuan tunai langsung dari Yayasan Desa (BLT). Menteri Desa, Daerah Rentan dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) mengungkapkan anggaran BLT pada konferensi pers online yang diadakan di Jakarta pada hari Rabu, sebesar Rp 2,99 miliar ( 27 Mei 2020). — “Meskipun Idul Fitri, Dana Desa BLT terus mendistribusikan. Setelah Mustesus (pertemuan desa khusus) diadakan, distribusi dapat dilakukan segera,” katanya. Mengetahui bahwa masih ada desa yang tidak terisi, desa akan terus tumbuh.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa keterlambatan distribusi disebabkan oleh banyak faktor, misalnya di daerah tertentu, semua kepala desa baru saja berubah.

“Setiap hari (distribusi dana desa BLT) tumbuh secara signifikan setiap hari. Ini terutama non-moneter. Hari ini, Tuhan berkehendak, karena bank aktif lagi, itu cair.”

Gus berkata, Penyebaran pidato tentang pengurangan pembatasan sosial skala besar (PSBB) tidak mempengaruhi keberlanjutan Proyek Dana Desa BLT.

Menurutnya, KPMG akan terus mendapatkan Dana Pedesaan BLT dalam tiga bulan, yaitu April, Mei dan Juni.

“Tentu saja, ini akan berlanjut. Lagi pula, jika kegiatan ekonomi cepat, itu akan menjadi bagian dari relaksasi.” Selain itu, Menteri Gus mengakui bahwa dalam proses memaksimalkan penggunaan Dana Desa BLT, sentralisasi desa Telah menyebabkan stagnasi rencana kerja padat uang (PKTD). -Menurutnya, PKTD akan menjadi prioritas untuk menyelesaikan ekonomi pedesaan setelah pandemi 19. “Kami akan terus memantau PKTD. Pada data 26 Mei, pada tahun 2020, dana pedesaan yang dialokasikan untuk PKTD akan mencapai 978.338.800 juta rupiah, dengan total gaji 256.387 miliar rupiah, menyerap 281.304 orang. ( *)

Tinggalkan Balasan