2020-08-03 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah mendesak perusahaan Korea Selatan di Indonesia untuk menghindari PHK di bawah pengaruh pandemi Covid-19 – untuk alasan ini, Menda Ida meminta semua warga Korea Utara mempertimbangkan pandemi Covid-19. Baik perusahaan dan pekerja tidak diterima, sehingga perusahaan harus memprioritaskan dialog dengan pekerja / karyawan atau membangun hubungan keluarga. – << Pusat rekonsiliasi setelah Covid-19 adalah dialog dengan rekan kerja. Dalam hal ini, saya percaya bahwa dialog atau gaya keluarga akan memungkinkan untuk bergaul. -Vikon dari Kamar Dagang Korea menghadiri Duta Besar Korea untuk Indonesia Kim Chang-bo, Song Songchang (Ketua Kamar Dagang Korea di Indonesia), serta anggota Kamar Dagang Korea Lee Kang dan Presiden Koga Chang-Sub Ahn (Chang-Sub Ahn).

Menda Ida berterima kasih kepada CK Song, Presiden Kamar Dagang Korea (Kartin Korea di Indonesia), yang mencoba membangun pemahaman tentang dampak Covid-19 dengan para pekerja. Ida Fauziyah menyatakan: “Ini diperlukan. Jika dialog dengan teman-teman pekerja dibuat dalam situasi ini, teman-teman pekerja akan memahami kesulitan majikan.” – Mengda Ida sangat menyesal Les Pengusaha asing terganggu oleh ketakutan mereka untuk tidak dapat membayar upah karena memburuknya kondisi produksi, tetapi mereka tidak mencoba untuk melakukan dialog. “Apa yang perlu dilakukan sekarang adalah menjalin dialog dengan kolega, termasuk masalah upah. Setelah mencoba dialog, Anda dapat mengatasi ketakutan pengusaha.” Menaker Ida juga mengatakan bahwa partainya mengeluarkan SE nomor M / 3 / HK.04 / III / Menaker SE 2020, yang melibatkan pekerja / perlindungan tenaga kerja dan kontinuitas bisnis dalam konteks pencegahan dan pemberantasan Covid-19-SE berisi dua poin utama, yaitu upaya untuk mencegah penyebaran di lingkungan kerja dan penanganan terkait dengan Covid-19 Kasus, dan perlindungan upah untuk pekerja / pekerja yang terkait dengan pandemi Covid-19.

Duta Besar Korea Selatan Kim Chang-Beum mengatakan partainya siap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19. Bentuk kerja sama termasuk menjadikan Indonesia target bantuan prioritas untuk Covid-19. Duta Besar Jin mengatakan: “Kami juga terus menjalin kontak dengan semua pihak di Indonesia untuk bersama-sama menangani penyebaran dan dampak Covid-19.” (*)

Tinggalkan Balasan