2020-08-03 |  Kilas Kementerian

Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah secara resmi meluncurkan dan meluncurkan rencana pembelian di gerai terdekat untuk mempertahankan daya beli masyarakat untuk membeli produk-produk UMKM, sembari mempromosikan kepuasan kebutuhan sehari-hari masyarakat selama pandemi COVID-19. — Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengatakan di Jakarta, Kamis (9/4/2020) bahwa ia bekerja dengan Bulog dan 9 kelompok makanan BUMN, termasuk RNI, Berdikari, Perindo, Perinus, PT. Garam, BGR, PPI, SHS dan petani di bawah rencana adalah kios UMKM atau gudang koperasi.

“Kami bekerja sama dengan perusahaan publik untuk mendistribusikan makanan masyarakat dan kebutuhan bahan baku UMKM melalui platform online.”

Teten berharap bahwa program ini akan memastikan pasokan barang dan mempertahankan kontak dengan masyarakat, sekaligus memperkuat pengusaha UMKM ( Terutama ekonomi stan).

“Ini juga terkait dengan menghubungkan kios tradisional yang belum terhubung ke platform online, sehingga mengurangi mobilitas fisik, memesan dan mengirimkan barang melalui layanan pengiriman,” kata Teten. -Dia menambahkan bahwa tujuan dari rencana tersebut adalah pada fase pertama koperasi, UKM dan seluruh masyarakat (dari April 2020 hingga Juni 2020) dan seterusnya. -Pada tahap awal, rencananya akan dilakukan di wilayah Jabodetabek dan akan diuji di 3 kios (1 Depok, 2 Warpin Cilandak) dalam dua minggu pertama April 2020, dan berlanjut ke 5 kios (2 SRC Cilandak, 1 Hara Pangan Kebayoran, 1 kios) Makanan Mampang Hara, berlokasi di Pondok Kelapa – rencana kios produk pertanian awal yang berdekatan termasuk beras, telur, minyak, gula, sarden, kurma dan tepung. Tujuan masa depan -Teten adalah untuk mengakomodasi 30.000 stan terdaftar dengan harga yang wajar. gelembung(*)

Tinggalkan Balasan