2020-08-02 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan akan menekankan melalui Administrasi Umum Transportasi Maritim bahwa ia akan memperkuat sistem informasi dan teknologi di dalam Administrasi Umum Transportasi Maritim untuk menghindari insiden sertifikat kejang yang dipalsukan. — Karena pengaturan sistem yang komprehensif sudah ada, keamanan sistem TI dan layanan online semakin diperkuat.

— Seperti yang disampaikan oleh R Agus H Purnomo, Direktur Jenderal Pengiriman di Jakarta, Jumat (26/6/2020). – “Sistem dan teknologi informasi telah diperkuat. Pada tahun 2019, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan BSSN bekerja sama untuk secara efektif dan efisien melindungi dan memperkuat keamanan jaringan dan perlindungan data penting di semua layanan dan aplikasi online.

Sebelumnya, tim gabungan Kepolisian Jakarta dan Menteri Perhubungan berhasil menemukan aliansi yang memalsukan sertifikat keterampilan pelaut dengan memecahkan catatan dalam sertifikat keterampilan pelaut. “” Sampai sekarang, layanan maritim online telah diperbarui secara teratur. Dan perlindungan maksimal, tetapi masih ada beberapa celah yang dapat ditembus oleh peretas. “Kami akan meningkatkan dan memperkuatnya,” kata Direktur Jenderal Argus.

Pada saat yang sama, Direktur Jenderal Argus mengatakan kepada Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Terima kasih dan terima kasih atas kerja sama yang sukses dengan Kementerian Transportasi. Mengekspos kasus perusakan dengan sertifikat perangko membuat masyarakat merasa tidak nyaman. “Kami berterima kasih kepada tim gabungan Polda Metro Jaya dan kelompok kerja Kementerian Transportasi atas upaya mereka setelah menerima pengaduan publik. Cari tahu kopernya. departemen transportasi. Kami tidak akan melindungi siapa pun, termasuk apakah ada yang terlibat. General Manager Agus mengumumkan bahwa dia berharap situasi ini tidak akan terjadi lagi, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi.

Dalam hal sertifikat pelayaran palsu, arah keseluruhan transportasi laut negara tersebut akan ditransfer ke polisi untuk penyelidikan penuh oleh Kementerian Transportasi. Direktur Navigasi dan Kelautan, Kapten Sudiono, menjelaskan bahwa partainya telah menerima laporan baru dari publik mengenai sertifikat pelaut palsu.

Setelah menerima laporan ini, Administrasi Umum Transportasi Maritim melapor ke polisi dan bekerja sama dengan BSSN pada tahun 2019 untuk menyelidiki tingkat keamanan sistem layanan online milik Administrasi Umum Transportasi Maritim. Rekomendasi -SBSSN pada peningkatan sistem layanan online dari Administrasi Umum Transportasi Maritim dan hasil rekomendasi akan dirilis di masa depan.

“Salah satu saran adalah untuk memperkuat sistem informasi maritim. Perlindungan reguler juga harus dilanjutkan. Tolong dukung masyarakat agar rencana peningkatan di masa depan dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Sudiono ditutup. (*)

Tinggalkan Balasan