2020-07-08 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Dewan Direksi (AGO) ke-62 Asian Productivity Organization (APO) sepakat untuk menggunakan surplus anggaran APO yang diakumulasikan sejak 2010-2019 untuk mengambil keuntungan dari pandemi Covid-19.-Sekretaris Jenderal Binalattas Menteri Sumber Daya Manusia Surya Lukita Warman, sebagai wakil direktur APO Indonesia, menjelaskan bahwa perjanjian tercapai setelah sebagian besar anggota APO mengajukan proposal selama panggilan konferensi APO GBM yang diselenggarakan oleh APO GBM. Sekretaris Jenderal APO AKP Mochtan (Indonesia) dan Ketua Konferensi APO Dr Ha. Minh Hiep (Vietnam) Senin (8/8/2020) .

“Negara-negara anggota APO telah sepakat untuk mengalokasikan anggaran untuk meminimalkan dampak pandemi Covid-19,” kata Surya. Lukita mewakili Bambang Satrio Lelono, Direktur Jenderal Binalattas, Kementerian Tenaga Kerja.

Dikatakan bahwa di Surya, alokasi anggaran sekitar $ 2,5 juta akan digunakan untuk mendanai bantuan krisis akibat pandemi Covid-19, seperti rencana transformasi bisnis dan kegiatan yang sedang berlangsung untuk membantu UMKM di berbagai negara. – “Dengan memperkuat implementasi kapabilitas digital, organisasi nirlaba; menyediakan layanan di negara ini; menyelenggarakan program digital multi-negara (DMC), dan melakukan penelitian tentang pemulihan usaha kecil / menengah / UMKM,” kata Surya. Lukita.

Sekretariat Jenderal APO AKP Mochtan melengkapi prosedur penggunaan surplus, yaitu, setiap negara anggota APO akan menerima bantuan yang sama dan akan dibantu dalam implementasi. Dia mengatakan: “Dianjurkan untuk memulai pada tahun 2020 dan batas waktu akan disetujui oleh dewan direksi.” “Grup Bank Dunia ke-62 pada awalnya dijadwalkan akan diadakan di Nadi, Fiji pada 21 April, 23, 2020. Namun, karena Penyakit pandemi Covid-19 mencegah pertemuan dari diadakan secara langsung, sehingga WBG akhirnya diadakan melalui konferensi telepon.

APO didirikan pada 11 Mei 1961, sebuah organisasi di Asia yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas negara-negara anggotanya.

Perwakilan APO dari 20 negara berpartisipasi dalam panggilan konferensi tersebut. 20 negara / kawasan yang berpartisipasi dalam zoom 6 jam GBM adalah Indonesia, Filipina, Vietnam (Ketua), Sri Lanka, Singapura, Thailand, Kamboja, Mongolia, Bangladesh, Jepang, Turki, Malaysia, Fiji, India, Cina, Nepal, Korea Selatan, Pakistan, Laos, dan Iran. (*)

Tinggalkan Balasan