2020-08-01 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah mengadakan panggilan konferensi dengan para pemangku kepentingan industri pariwisata untuk berbicara dan menemukan solusi untuk epidemi Covid-19. Terkena pandemi Covid-19. — “Kami berada dalam situasi yang sulit. Jika kami bekerja bahu-membahu dengan Corona, saya harap kami bisa melewati periode yang sulit ini.” Dan Asosiasi Hotel dan Hotel Indonesia. (PHRI) Persetujuan konferensi video yang diadakan di Jakarta pada Senin (23 Maret 2020). – Hampir 90 menit, Menda Date mengadakan konferensi video dengan Husni Mubarok, Presiden FSPM; Bertindak sebagai Ketum FKAMIPARHO KSBSI, Sulastri, Ketum FPPPIKT Sarbumisi Baetul Koeri; Ketua FSP REF Sofyan Abdul Latief; Ketua KSPSI Yorrys Raweyai; Sekretaris Jenderal PHRI-Maulana ยท Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia Yousland dan PHRI Rudi Santoso-Sekretaris Jenderal PHRI Mullana Yousland mengungkapkan dalam sebuah konferensi video bahwa sejak Januari tahun lalu, pandemi Covid-19 telah mempengaruhi industri pariwisata, terutama hotel dan restoran . — “Jika tingkat hunian kurang dari 40%, kami tentu saja tidak mampu membayar biaya operasi kami. Maurana berkata.

Menurut hasil pengumpulan data semua wilayah PHRI di Indonesia, Maurana mengatakan bahwa dampak korona tidak hanya di Maurana Berkata: “Kami membutuhkan bantuan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini bersama.

Yorrys Raweyai merespons positif langkah-langkah yang diambil Menaker akan menanggapi tren perkembangan epidemi korona

S Dalam kebanyakan kasus, pekerja adalah pekerja tetap. , Atau pekerja, operasi sehari-hari dan outsourcing sangat dipengaruhi oleh iterasi pandemi Convid-19, yang sudah sangat merepotkan.

Tinggalkan Balasan