2020-08-01 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG-Kementerian Perhubungan, melalui Administrasi Umum Transportasi Maritim dan Tim Gabungan Cari dan Penyelamatan, secara resmi mengakhiri pencarian korban kecelakaan kapal laut KM Kasih pada hari Sabtu (11 November 2020) .25 pada hari Minggu pada tahun 2020 Selat Fukufu tenggelam. -Sampai Minggu (12 Desember 2020), sebanyak enam korban kecelakaan laut tidak ditemukan, dan operasi pencarian dan penyelamatan akan dibuka kembali jika tanda-tanda korban ditemukan.

Baca: Untuk meningkatkan keselamatan navigasi untuk kapal tradisional kecil, Kementerian Transportasi menggunakan teknologi informasi – seperti KSOP III, Kepala Kupon Aprianus Hangki (Aprianus Hangki) dapat berpartisipasi dalam semua agen pencarian dan penyelamatan yang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan Dan keluarga para korban, Sabtu lalu (11 November 2020).

Hangki menjelaskan bahwa sebelum penutupan resmi, operasi pencarian dan penyelamatan terakhir dilakukan pada pukul 6.30 pagi pada hari Sabtu pagi. Diadakan di WITA pada 11 Juli 2020, pelabuhan Kesyahbandaran dan Aut berada di kategori ketiga jika K-ship Navy dan Coast Guard NP 340 (KPLP) dengan 9 anggota kru digunakan.

Baca: Kisah Indonesia tentang kapal Tiongkok ABK, yang dianiaya setiap hari karena masalah sepele- “Mereka pergi,” kata Hangki. “Kapal bertabrakan di tempat kejadian dan enam orang digeledah. Mereka adalah korban dari kapal nelayan KM Kasih 25 yang tenggelam di Selat Pukafo NTT. Dikatakan bahwa mereka belum ditemukan.

Antareja 233 dari KN SAR juga membawa 13 orang ( 13) Kru, 7 penyelamat, 5 Tagana, 2 BPBD, 1 Bakamla dan keluarga korban meninggalkan pelabuhan navigasi untuk mencari lokasi kecelakaan.

Selain itu, terletak di Kabupaten Rote Ndao Anggota pos siaga Rote SAR juga mencari dan menyelamatkan 5 penyelamat Pos Siaga Rote, 5 Rote Polair, 11 Rote BPBD, 2 Rote Polisi Wilayah, 1 Rote Polisi Polisi, 2 Ranael Rote, dan 2 Babinsa Landu Lecco, kepala daerah Landu Lecco, kepala desa Landu Lecco dan 12 penduduk. Mencari WITA sebelum pukul 12:20, tetapi masih belum ada hasil yang ditemukan Atau masih belum bisa menemukannya., Kapal Antareja 233 milik KN SAR dan kapal KPLP KNP 340 dikembalikan ke pelabuhan muat dan pelabuhan Tenau dalam kondisi aman.

Kami melihat perkembangan ini sekitar pukul 3 sore. WITA diadakan Sebuah pertemuan terbatas dan kesepakatan dengan hasil operasi SAR ditandatangani untuk mencegah kecelakaan pada kapal ikan KM Kasih No. 25. Direktur Kantor Penelitian Kupang dan lembaga bantuan SMC, KSOP III KSOP, Kepala Kepolisian Kabupaten NTT, BMKG, Transportasi Provinsi NTT Biro, Kantor Urusan Sosial Provinsi NTT, Kepala Desa Taborong.

Baca: Kemenhub memastikan bahwa pilot ikut campur dalam proses hukum yang melibatkan kasus narkoba – Hasil pertemuan secara resmi memutuskan untuk menutup operasi pencarian dan penyelamatan kapal nelayan KM Kasih 25 di laut.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan pihak-pihak yang terlibat dalam pencarian enam korban yang tewas dalam tenggelamnya kapal nelayan KM Kasih 25 di Selat Pukuafu NTT. Acara ini telah dilaksanakan tujuh kali. Ya Tuhan, “simpul Hangki. (*)

Tinggalkan Balasan