2020-07-31 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah meminta serikat pekerja (SP / SB) menghadapi dampak Covid-19 di industri pariwisata dan pengusaha di industri pariwisata untuk mempromosikan dialog sosial. Situasi saat ini tidak menguntungkan bagi pemerintah, pengusaha dan pekerja.

Menda Ida mengungkapkan bahwa pemerintah sadar bahwa pariwisata adalah industri yang paling terpengaruh oleh epidemi Covid-19. Berhadapan dengan Corona, Menaker mengklaim bahwa partainya telah berkoordinasi dengan 12 Disnaker provinsi sehingga Direktur Tenaga Kerja dan Imigrasi dapat mengidentifikasi pekerja yang terkena dampak.

Dua pekerja dipecat atau diberhentikan untuk menempatkan rencana Departemen Tenaga Kerja pada jalurnya.

Dalam hal ini, Menda Ida meminta SP / SB untuk membantu mengidentifikasi pekerja yang membutuhkan Kementerian Tenaga Kerja. –Data dan informasi diperlukan untuk menemukan solusi dalam waktu dekat. Rencana kerja pemerintah.

“Yang diperlukan adalah kerja sama untuk mempromosikan dialog sosial untuk menemukan solusi terbaik dan menghindari PHK. Tidak ada yang membutuhkan status quo dari epidemi Covid-19. Ini bukan hanya masalah, pekerja, pengusaha dan pemerintah,” Menaker Ida Fauziyah mengatakan saat teleconference dengan SP / SB Tourism dan Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Jakarta pada Senin (23/3/2020) melalui konferensi video. Untuk mendukung kebijakan moneter dan fiskal yang diusulkan oleh Presiden Jokowi, Menac Ida menyatakan bahwa partainya mengalokasikan anggaran pemerintah untuk rencana (realokasi) yang dapat digunakan untuk menghadapi guncangan Covid-19. Kursus meliputi pelatihan BLK, pelatihan pra-kerja dan ID insentif, program padat karya, pekerja mandiri (TKM), teknologi tepat guna (TTG), pelatihan kejuruan, dll.

Tinggalkan Balasan