2020-07-31 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Desa, Menteri Pembangunan Daerah Buruk dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) mendorong pemerintah desa untuk mendirikan pos jaga di setiap pintu masuk desa untuk mencegah wabah pada tahun 2019 Virus Corona (Covid-19) menyebar di desa. Relawan desa dapat mengelola pos jaga desa berdasarkan pelatihan COVID-19 di setiap desa.

Menteri Gus, nama panggilannya mengatakan, kantor penjaga desa bertanggung jawab untuk memantau mobilitas orang yang masuk dan meninggalkan desa. Menurutnya, warga yang masuk dan meninggalkan desa untuk kepentingan apa pun harus mendaftar dan mendaftar secara bersih dan jelas.

“Pos desa ini sangat penting. Lokasinya ada di gerbang desa. Tugasnya adalah memantau mobilitas internal dan eksternal warga. Karena itu, kami meminta mereka yang meninggalkan kampung halamannya untuk menyiapkan formulir. Formatnya disiapkan oleh Kementerian Desa, Daerah Miskin, dan Imigrasi. Kemudian, formulir diisi secara mandiri oleh penjaga atau penghuni pusat penahanan, “katanya. Jika lokasi yang akan ditangani adalah area yang bersinggungan dengan co-19, pos penjaga desa harus menyarankan warga untuk mengalahkan keinginan mereka.

“Jika Anda pergi ke daerah yang sangat parah (terkena Covid-19), Anda akan ditanya ke mana harus pergi, dan pos penjaga desa harus menyarankan agar tidak pergi ke sana. Penduduk memiliki pemahaman yang baik tentang hal ini, jadi katanya “Ketika mereka benar-benar membawa virus covid-19, mereka tidak akan pergi. Orang-orang yang pergi atau ingin memasuki desa harus memantau dan memastikan kesehatan penduduk di dalam dan di luar desa.

” Pemeriksaan suhu dapat menggunakan termometer. “Jika termometer inframerah inframerah model tidak dapat digunakan, jika ada, Anda dapat menggunakan termometer biasa, tetapi jika Anda menggunakan termometer, Anda dapat segera mencucinya dengan alkohol atau pembersih tangan.” Katanya.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa yang paling Yang penting adalah tugas. Stasiun penjaga desa memantau dan memeriksa penduduk desa yang baru saja kembali dari luar negeri, baik dari luar kota maupun dari luar negeri. Menteri Gus menekankan bahwa siapa pun yang baru saja tiba dari luar negeri atau luar negeri harus diawasi dengan ketat. Dia mengatakan: “Mereka yang baru saja datang dari tempat lain atau luar negeri harus ingat bahwa identitas mereka adalah ODP (pemantauan internal).” Mengenai masalah yang harus disediakan di kotak penjaga, antara lain, kotak penjaga pedesaan juga harus menyiapkan peralatan semprotan desinfektan. Desinfektan tangan, peralatan medis ditemukan lebih awal, dll. Selain itu, pos penjaga desa juga harus memberikan informasi penting terkait penanganan Covid-19, seperti nomor telepon rumah sakit rujukan, nomor telepon ambulan, dll.

Tinggalkan Balasan