2020-07-31 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menyambut sembilan pelaut Indonesia (ABK) yang dipulangkan ke Korea Selatan di Terminal 3 Bandara Internasional Tangerang Soekarno-Hatta di Banten Jumat malam (29/5/2020) -Selamat Datang Menurut “Undang-Undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia” (PPMI) No. 18 tahun 2017, ABK berfungsi sebagai dukungan moral dan perhatian pemerintah terhadap nasib pekerja Indonesia. Sembilan anggota awak yang kembali ke Indonesia adalah Nugi Pagestu (Bandung) / Jawa Barat); Eko Abdurrachman, Rohman dan Agung (Cirebon / Jawa Barat); Aidu (Lampung Selatan / Lampung).

Empat anggota kru lainnya, yaitu Arief Saefudin (Kediri / Jawa Timur); Rasilan (Kibumen / Jawa Tengah), David Marvino (Jakarta Utara / DKI Jakarta), dan Eric (Palu / Sulawesi Tengah).

“Pemerintah mengambil berbagai upaya untuk memastikan bahwa semua kisah tragis tentang penderitaan dan kekerasan terhadap ABK Indonesia tidak terulang, termasuk memperkuat pengawasan dan pengawasan.” Ida Fauziyah .

ABK, Ida Fauziyah mengatakan, Jika mereka ingin bekerja di luar negeri sebagai ABK, mereka dapat belajar dan mengalami. Karyawan didorong untuk mempelajari kontrak kerja dengan hati-hati sebelum pergi dan memahami kredibilitas dan legalitas perusahaan.

Para kru juga diundang untuk mengunjungi kantor Disnaker setempat atau layanan terpadu satu pintu (LTSA) di daerah tersebut. Dia mengatakan: “Karena itu, sebelum berangkat, silakan periksa kontrak kerja, dan kemudian periksa kredibilitas dan legitimasi perusahaan yang akan mengirimkan barang terlebih dahulu.” Meskipun demikian, Ida Fauziyah mengatakan kepada sembilan anggota awak. Terkejut dengan kesabarannya, ia telah dengan aman kembali ke negara asalnya. Dipengaruhi oleh daya tarik broker. Jika Anda ingin pergi, silakan pelajari langkah-langkahnya, “katanya.

Artikel lain dari Ida Fauziyah adalah bahwa anggota kru menceritakan pengalaman buruk ini melalui media sosial mereka.

Tinggalkan Balasan