2020-07-30 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengundang para sarjana untuk bekerja bersama untuk membangun ekosistem kerja yang baik dan berkelanjutan di Indonesia. Informasi dan pasar kerja terintegrasi, hubungan kerja yang harmonis dan mekanisme kontrol kooperatif.

“Kami berharap kampus / akademisi dapat terus memainkan peran aktif dalam memupuk tenaga kerja berkualitas tinggi dan berkontribusi pada pengembangan lapangan kerja di masa depan,” kata Menaker Ida. Dalam pidato utama seminar online “Kebijakan Strategis dalam Menghadapi Dampak Pandemi terhadap Pasar Tenaga Kerja” yang diadakan di komunitas akademik Universitas Paramadina di Jakarta, Senin (27/4/2020) .

Menaker Aida mengatakan bahwa sebelum pandemi Covid-19 atau dalam keadaan normal, partainya telah merumuskan berbagai rencana untuk mengatasi masalah di tempat kerja, terutama untuk mengatasi ketidakcocokan keterampilan dan kemungkinan memperluas “pekerjaan.” -Bekerja dengan industri untuk mengatur pelatihan profesional dan terstruktur untuk magang.

“Tujuannya adalah untuk memungkinkan personel terlatih untuk bekerja secara langsung dan kapan saja sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja,” kata Iaker Menaker. Selain itu, Republik Demokratik Jerman juga telah menyiapkan platform sistem informasi kerja (SISNAKER), yang dapat menyediakan Informasi lengkap mulai dari lowongan pekerjaan, jenis pelatihan hingga kualifikasi untuk memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja. Kementerian Tenaga Kerja juga telah memperluas kesempatan kerja bagi mereka yang ingin menjadi pengusaha. Dia mengatakan: “Mudah-mudahan industri yang matang akan terus tumbuh dan menyerap sejumlah besar pekerja. Dia mengatakan. – Mengenai penanganan dampak Covid-19 di bidang ketenagakerjaan, Menda Ida mengatakan bahwa partainya menyesuaikan arah anggarannya. Adaptasi dapat menjadi Rencana jaring pengaman sosial, dan rencana di bawah kerangka kebijakan untuk pemangku kepentingan di sektor tenaga kerja.

Tinggalkan Balasan