2020-07-30 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka menjaga kontinuitas distribusi gas bumi yang andal setelah Central Processing Event (PPC) di area blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Bumi Jawa (PPGJ), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan distribusi gas alam terkompresi (PGN) CNG) gas alam menggunakan teknologi GTM (Modul Transportasi Gas) atau truk Gaslink untuk memastikan pasokan biogas domestik di wilayah Semarang. M3 harian dan Blora besar 280-300 M3 per hari. Mempertimbangkan bahwa kedua area dipengaruhi oleh insiden CPP Gundih, dan aliran udara berhenti. Manajer Penjualan Heri Frastiono mengatakan: “Rumah pelanggan biasa. Nyala api di kompor pelanggan tetap normal dan belum melemah. Tapi ini hanya sementara sampai Gundih CPP kembali normal karena proses perbaikan belum selesai.” PGN Semarang (04 / 16/2020).

Heri juga menambahkan bahwa dalam keadaan darurat COVID-19 saat ini, “Konsumsi gas alam di Semarang meningkat dua kali lipat. Pada bulan Februari, konsumsi gas alam di Semarang mencapai 25.000 M3. Naik menjadi 53.000 M3 pada bulan Maret. Tidak termasuk beberapa kecelakaan. Terakhir kali kami mencoba memastikan bahwa kebutuhan gas alam masyarakat terpenuhi, “katanya.

Dalam rangka memenuhi pasokan gas bumi Semarang, PGN memiliki dua sumber pasokan gas bumi. — Untuk wilayah Semarang sendiri, gas bumi dipasok dari sumber gas CNG (gas alam terkompresi) di Jawa Timur dan Jawa Barat, yang didistribusikan melalui jaringan pipa distribusi gas alam di daerah Tambak Aji-Wijaya Kusuma. “Kami memastikan bahwa tidak ada dua sumber pasokan gas alam pedesaan akan terus stabil sampai didistribusikan ke masyarakat.”

Tinggalkan Balasan