2020-07-30 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Departemen Koperasi dan UKM) menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam pengembangan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) di Indonesia. “Menkop dan Teten Masduki, UKM, sangat terbuka dan berterima kasih kepada semua orang yang ingin membantu KUMKM, banyak partai politik, perusahaan, koperasi, asosiasi pengawalan, universitas, akademisi, lembaga keuangan, platform e-commerce, gateway pembayaran, inkubator, agregator, komunitas bisnis Dan masih banyak lagi yang lainnya, “kata Staf Khusus MenkopUKM Fiki Satari Jakarta, Sabtu (18/4/2020). — “Hampir setiap hari seseorang datang ke kantor untuk menyampaikan ide, mendiskusikan dan bertukar ide tentang pengembangan KUMKM di Indonesia,” Fiki .

“Upaya lebih dari sebelumnya adalah 64 juta juta mil, pemerintah tentu saja Harus bekerja sama dengan semua pihak, “kata Fiki. -Kementerian dipimpin oleh seorang menteri dengan latar belakang aktivis anti korupsi.Kementerian terus mematuhi komitmennya untuk menghormati transparansi ini dan bersedia menerima sumbangan dari semua pihak. “Namun, dalam aspek lain, itu tidak dalam kerangka kerja sama formal, kerangka kerja nota kesepahaman atau kontrak kerja yang ditandatangani dengan koperasi dan Kementerian UKM,” kata Fiki.

Sebagai contoh, contoh Kaesang Pangarep (putra Presiden Republik Indonesia) di bawah kepemimpinan PT Harapan Bangsa Kita (HEBAT) mendorong UMKM nasional untuk membuat kemajuan di kelas, dan telah mengunjungi Masyarakat Koperasi sebelumnya.

Pada saat itu, HEBAT dipimpin oleh Ansari Kadir sebagai direktur pemasaran. Tujuan berpartisipasi dalam acara ini adalah untuk berbagi kreativitas dan pengalaman dalam organisasi persaingan untuk menarik usaha kecil dan menengah dengan potensi untuk pengembangan di masa depan di bidang kuliner. Dukungan dan bantuan untuk KUMKM

GREAT secara independen melaksanakan semua rencananya dengan mitra di sektor swasta, tanpa membangun hubungan kerja sama formal dengan koperasi dan Departemen UKM, dan juga menyediakan bantuan untuk koki pemula di berbagai wilayah di Indonesia untuk meningkatkan omset Dan mengembangkan bisnis.

Selain itu, HEBAT juga menyelenggarakan klinik konseling untuk usaha kecil dan menengah, yang dapat digunakan sebagai pengaturan untuk menyelesaikan berbagai masalah bisnis.

Seperti semua pertemuan lainnya, ada pertemuan dengan HEBAT bagi mereka yang sering datang ke kantor KemenkopUKM untuk membahas pengembangan koperasi dan UKM.

“Terutama dalam situasi sulit dari pandemi COVID-19, kami berharap bahwa lebih banyak kelompok swasta atau investor tertarik untuk bergabung dengan rencana peningkatan dan pemberdayaan KUMKM nasional. Tolong dukung”, Fiki menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan