2020-07-08 |  Kilas Kementerian

Jenny Punto TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi Kabupaten Jenoponto, salah satu sentra produksi jagung dan beras di Sulawesi barat daya. Global Covid-19.

“Saya mengundang polisi untuk bekerja dengan satuan tugas makanan mereka, Brog, pengusaha, dan TNI. Ini adalah panggilan nasional. Kami memastikan bahwa kebutuhan makanan masyarakat terpenuhi.”, Menteri Pertahanan Syahrul, Senin (20/4) Diterima oleh Iksan Iskandar, bupati Jeneponto, kata-Pertanian, menurut Menteri Pertanian, itu tidak dapat dihentikan dalam keadaan dan kondisi seperti itu. Dia berkata: “Kegiatan produksi dan distribusi harus dilanjutkan. Saya bertanya, polisi mengawal alat transportasi untuk mengangkut makanan.”

Iksan Iskandar, Menteri Pertanian dan Bupati Jane Neponto Memanen padi di desa Kalupornoi, sebuah desa kecil di Kep. Arungkeke Kab. Jeneponto .

Bupati Wang dari Yishan mengatakan dalam pidatonya bahwa Kabupaten Jeneponto memiliki 26.000 hektar sawah dengan produktivitas 5-6 ton per hektar, 36.000 hektar jagung dan 7,8 ton per hektar.

“Menteri, tetapi saya membawa Anda hambatan kecil. Untuk jagung, beberapa petani menjual produk mereka ke daerah lain karena perbedaan harga. Para petani jagung di sini menggunakan 30% air dan harganya Rp. Iksan berkata: “Rs 1.700 per kilogram. Di tempat lain, Rp 1.800 rupee per kilogram. “Menurut Iksan, ini disebabkan petani terjebak dalam perbudakan. Selain itu, pemanen menginginkan jagung memiliki kadar air 7%, dan petani tidak melakukan perawatan pasca panen, sehingga mereka langsung menggunakan air 30% Menjual tanaman.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian Syahrul membuat rekomendasi tentang penggunaan kredit komersial. (KUR) Pertanian.

“Pertanian KUR dengan 50 triliun rupiah. Mengambil keuntungan dari. Jika ada easements atau broker, saya meminta Kementerian Pertanian untuk berkoordinasi dengan general manager PSP untuk menggulung KUR di sini, “kata Syahrul.

Tinggalkan Balasan