2020-07-30 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengirim tim khusus pengawas ketenagakerjaan untuk memeriksa PT. Alpen Food Industry (AFI), perusahaan produksi es krim Apen yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.

“Kementerian Tenaga Kerja mengirim tim inspeksi tenaga kerja untuk melakukan inspeksi langsung di tempat. Kami juga berkoordinasi dengan UPTD II untuk Regional Supervision II Jawa Barat,” Ida Menaker Senin (3/9/2020) Dikatakan di Jakarta.

Ida Menaker (Ida Menaker) mengatakan bahwa tim inspeksi ketenagakerjaan meninjau manajemen perusahaan dan pekerja untuk memverifikasi berbagai laporan publik tentang dugaan pelanggaran ketenagakerjaan.

Bacaan: Lampiran Kementerian Sumber Daya Manusia di Indonesia di 12 negara / kawasan memantau situasi PMI 24 jam sehari

Bacaan: Kementerian Sumber Daya Manusia meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pekerja

“Saat ini , Tim terus bekerja keras untuk memverifikasi dokumen dan meminta informasi dari pekerja dan pengusaha dan pihak terkait untuk memperdalam dugaan pelanggaran utama. Standar ketenagakerjaan, pengetahuan standar ayah, termasuk penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja di lokasi konstruksi Jika ini dikonfirmasi, tentu saja kami akan menjatuhkan hukuman berat sesuai dengan hukum dan peraturan, ‚ÄĚkata Ida.

. Ditambahkan Iswandi Hari, Direktur Jenderal Manajemen Inspeksi Tenaga Kerja dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (PPK dan K3). Kantornya bereaksi cepat dalam menanggapi laporan dan informasi tentang pengaduan dari serikat pekerja / pekerja dan masyarakat terhadap perusahaan.

Menurut laporan tim pengawasan tenaga kerja, pada saat yang sama diketahui bahwa ada sekitar 1.066 karyawan wanita. Dia berkata: “Kami telah menemukan banyak perilaku ilegal dan perlu diperbaiki.” Orang-orang, pekerja dan anggota serikat mencari informasi. Ada hasil pelanggaran peraturan, jadi segera tindak lanjuti, termasuk peninjauan memo dan langkah-langkah investigasi. Termasuk kemungkinan sanksi tegas, “kata Iswandi. (BJN *)

Tinggalkan Balasan