2020-07-30 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Pada saat yang sama pandemi COVID-19 mempengaruhi KUMKM, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah meluncurkan program untuk membeli bahan makanan dari koperasi, yang membeli National Civil Instruments (ASN) di lingkungannya. Kampanye ini bertujuan untuk mendukung penguatan koperasi selama pandemi COVID-19. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah perlu mengambil tindakan aktif sebagai panduan untuk mengembangkan pemasaran produk koperasi.

“Kami ingin mendorong koperasi dan ASN dari Kementerian Usaha Kecil dan Menengah untuk menjadi pelopor dalam menyerap produk-produk koperasi, dan pada saat yang sama membantu koperasi untuk mempromosikan produk mereka. Produk jadi,” kata Victoria, Kamis (4/4/2020, di Jakarta.- — Negara Bagian Victoria menyatakan bahwa melalui program ini, diharapkan semua ASN dari kementerian / lembaga lain dan bahkan karyawan BUMN dapat berpartisipasi dalam penyerapan produk-produk KUKM, sehingga ASNs akan menjadi “duta merek” dari merek tersebut. Rencana tersebut juga dapat mem-bypass implementasi PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang dilaksanakan di provinsi DKI Jakarta pada hari Jumat, 10 April 2020. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan PME mengambil langkah-langkah strategis untuk mempertahankan distribusi produk bahan makanan dan mempromosikan transportasi online (online).

Sebagai proyek percontohan, tahap pertama akan fokus pada produk beras, yang akan dilakukan pada hari Jumat, 10 April 2020.

Di Kementerian Konstruksi dan daerah Lenteng Agung Koperasi dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah telah menetapkan titik drop-off. Karyawan / ASN dapat mengambil barang yang dibeli di lokasi drop-off yang ditunjuk, atau dapat menggunakan layanan ojek sepeda motor online untuk mengirim mereka ke rumah masing-masing. Bayar karyawan dalam kelompok masing-masing ( Konsumen) dan menggunakan ojek online untuk mengirimkan barang ke rumah masing-masing karyawan.

“Gelombang pertama dibuka pada hari Selasa, 7 April 2020, dan berakhir pada hari Rabu, 8 April 2020. , Telah berhasil memesan hingga 2,9 ton beras berkualitas tinggi, tidak hanya dari karyawan Kemenkop dan UKM, tetapi juga dari Kementerian Desa dan PDT, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Bappenas, mengatakan: “kata Victoria. Di bawah naungan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Indramayu, harganya 11.000 rupee per kilogram, dan termasuk tiga paket 5 kg, 10 kg dan 20 kg.

Rencana untuk membeli bahan makanan dari koperasi dan perusahaan kecil dan menengah sejalan dengan Presiden Republik Indonesia pada 11 November 2019 Dan arahan tentang pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada tanggal 9 Desember 2019. Pedoman ini menekankan tiga poin utama, yaitu masing-masing kementerian / lembaga dapat memberikan prioritas untuk membeli produk UMKM dalam pengeluaran komoditas masing-masing kementerian / lembaga ( Termasuk koperasi)

Kedua, Menteri Perusahaan Publik mendorong perusahaan milik negara untuk berperan aktif dalam mempercayakan UMKM (termasuk koperasi) dan kepala tiga lembaga yang bertanggung jawab atas Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP) Publik untuk menyiapkan produk UMKM (termasuk Koperasi) dimasukkan dalam katalog elektronik.

Manajemen koperasi Tani Mulus Muhaimin menyambut baik rencana tersebut dan berharap rencana tersebut akan terus berjalan di masa depan.

“Mu Hermin berkata:” Kami berharap rencana tersebut Lebih banyak pemangku kepentingan dapat terlibat, tidak hanya KUKM sebagai pemasok, tetapi juga ASN / karyawan / masyarakat sebagai pembeli, tidak hanya produk beras, tetapi juga dasar lainnya. permintaan. “(*)

Tinggalkan Balasan