2020-07-30 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Pertanian menyatakan bahwa Kredit Komersial (KUR) telah mencapai 10,2 triliun rupee. Hingga 20 Maret 2020, KUR, yang secara khusus diadopsi untuk sektor pertanian, telah diadopsi. Penggunaan KUR tertinggi terjadi di Jawa Timur, mencapai 2,4 triliun rupee. Permintaan dana sebesar Rp50 triliun untuk suku Kurdi pada tahun 2020. Dana ini didedikasikan untuk petani yang mengembangkan produk pertanian, tanaman hortikultura dan perkebunan.

“Petani di Jawa Timur sangat antusias menggunakan fasilitas KUR semacam ini. Suku bunga dana KUR 6% lebih rendah dari suku bunga pinjaman sebelumnya,” Sarwo Edhy, Sabtu (03 / 21/2020) berkata.

Dari total 10,2 triliun rupiah, telah diarahkan ke berbagai departemen. Di antara tanaman pangan ini, ada 2,9 triliun rupiah, 3,1 triliun rupiah untuk perkebunan, 1,2 triliun rupiah untuk hortikultura, 2 triliun rupiah untuk ternak, 183 miliar rupiah untuk jasa pertanian, 552 miliar rupiah untuk kombinasi pertanian dan hias Menanam 16 miliar rupiah. – “Penyerapan KUR pertanian masih didominasi oleh sektor hulu. Ke depan, kami juga akan mendorong penggunaan KUR di sektor hilir. Adapun untuk pembelian peralatan pertanian,” kata Sarwo Edhy. Sarwo Edhy mengatakan bahwa sektor hulu sejauh ini dianggap lebih mudah. Dapat diakses karena tidak memerlukan jaminan. Bahkan, bahkan KUR berkapasitas besar yang digunakan untuk membeli peralatan mudah diperoleh.

“Batas atas 500 juta rupiah atau lebih juga bisa digunakan. Masalahnya adalah bentuk alat pertanian yang dibeli dijamin. Selain itu, bunganya masih hanya 6%,” kata Salvo Edsi. -Di banyak provinsi, implementasi KUR diadopsi secara luas. Tingkat penyerapan tertinggi di Provinsi Jawa Timur dengan Rp 2,4 triliun, diikuti oleh Provinsi Jawa Tengah dengan Rp 1,7 miliar, Provinsi Sulawesi Selatan dengan Rp 77700 miliar, dan Provinsi Lamphong dengan Rp 597 miliar. Provinsi Jawa adalah 502 miliar rupiah. Dan produk perikanan masih menarik pasar luar negeri — Baca: Strategi Kementerian Pertanian untuk menstabilkan harga bawang putih dan bawang Mumbai yang dihargai oleh para pengusaha – “Sangat mudah untuk mendapatkan kondisi KUR pertanian. Petani hanya perlu menekankan bahwa mereka harus memiliki produksi Tanah yang subur secara seksual, rencana pembiayaan anggaran dan beberapa persyaratan untuk memfasilitasi verifikasi BI. Jika KUR didistribusikan seperti bank umum, bunganya hanya 6%. Syahrul Yasin Limpo membutuhkan penyerapan KUR yang lebih cepat untuk memfasilitasi pertanian selama pandemi Covid-19. Sektor ini dapat memperkuat ekonomi nasional. “Sektor pertanian akan menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Permintaan makanan yang tidak bisa ditunda. “Kebutuhan 267 juta orang harus dipenuhi tanpa syarat,” kata Sarwo Edhy lagi di bawah arahan Menteri Syahrul.

Baca: Menteri SYL Sidak, untuk memastikan keamanan pasokan daging

Dengan informasi distribusi KUR, Bank BNI, BIS dan Bank Mandiri telah menjadi distributor di seluruh wilayah Indonesia, dan Bank BRI membayar KUR Rp Jumlahnya adalah 7,2 triliun, Bank BNI adalah 1 triliun Rupiah, Bank Mandiri adalah 1,3 triliun Rupiah, dan bank lain (ditambah bank daerah) adalah 597 miliar Rupiah)

Tinggalkan Balasan