2020-07-29 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Program Sistem Komando Strategis Teknologi Pertanian (Kostra Tani) yang diprakarsai oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah mulai menguat.

Kostra Tani adalah tingkat pusat kegiatan pembangunan pertanian di jalan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan fungsi Pusat Konsultasi Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Melalui Kostra Tani, BPP jalanan bertindak sebagai pusat data dan informasi, pusat olahraga pengembangan pertanian dan pusat pembelajaran, dan kegiatan mereka akan dihubungkan di pusat tersebut.

Menteri Pertahanan SYL mengungkapkan bahwa tujuan Kostra Tani adalah untuk membuat jalan sebagai basis kontrol.Sistem ini siap untuk memantau dan mengoptimalkan peran staf penyuluh di jalan sebagai ujung tombak dan garis depan makanan nasional. Keamanan.

“Pada tahun 2020, Singa akan memiliki lima BPP, yang akan menjadi Kostra Tani. Nantinya akan dilengkapi dengan peralatan komputer dan fasilitas komputer lainnya sehingga kegiatannya dapat dikendalikan di pusat,” kata Syahrul Yasin. Menteri Pertanian Limbo SYL mengatakan bahwa melalui Kostra Tani, pertanian lebih maju dan bahkan lebih modern dalam hal pengolahan. Katanya.

Dedi Nursyamsi, kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pertanian, juga menyampaikan makna yang sama. Meskipun pandemi Covid-19, pertanian belum berhenti.

Bahkan dalam kasus ini, peran Kostra Tani telah menjadi sangat penting, yang dapat meningkatkan produksi dan ekspor pertanian melalui komputer.

“Kostratani seperti menu lengkap. Pertanian dari hulu ke hilir akan menjadi maju, mandiri dan modern. Terutama sekarang, Corona atau Covid-19, yang menyerang peran Kostra Tani, adalah menyediakan stok makanan. Ini meningkat, “kata Dedi.

Tinggalkan Balasan