2020-07-29 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah merilis 6 jenis ekspor pertanian dari Jawa Barat, yang terus tumbuh dan meningkatkan permintaan di pasar ekspor. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat peningkatan dari Januari hingga pertengahan Juni pada 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu melalui Biro Karantina Pertanian. Menteri Pertanian mengatakan: “Kami sekali lagi membuktikan bahwa pandemi Covidi tidak rusak, dan ekspornya terus bergantung pada pertanian untuk mata pencahariannya.” Di bawah bimbingan insiden tersebut, acara “Pelepasan Ekspor Pertanian Indonesia” diadakan di Lembang pada hari Selasa (06) / 16/20). Menteri Pertanian mengatakan: “Ada beberapa hal yang lebih kuat. Tanaman hias yang ditanam oleh kaum muda di halaman kini telah menjadi kebutuhan, dan sekarang sekitar 8 hingga 200 juta galur diekspor setiap bulan.” Dalam pandemi Sialobacter Terhadap latar belakang ini, ekspor kaktus Jawa Barat pada paruh pertama tahun ini telah tiga kali lipat, meningkat 13.700 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dibandingkan dengan hanya 28.000 tahun lalu. Negara tujuan ekspor adalah Amerika Serikat, Kanada, Taiwan, dan Korea Selatan.

“Ini membuktikan bahwa kita bisa, kita bisa dan harus berdiri. Kita akan sepenuhnya mendukung ‘apa yang bisa kita lakukan bersama,” kata Menteri Pertanian SYL.

Selain kaktus, orang yang dikenal sebagai SYL juga menyerahkan beberapa sertifikat phytosanitary dari Jawa Barat, yang akan diekspor ke luar negeri dengan nilai total 15,4 miliar rupiah Indonesia.

6 produk termasuk teh, kopi, jeruk nipis Afrika, sayuran, vaksin dan sarang burung. Menurutnya, mengekspor ke pemerintah adalah kebanggaan negara, tetapi mengekspor ke rakyat adalah berkah. Memberkati para petani, agribisnis dan masyarakat sekitar yang mencari nafkah dari sektor ini.

“Seperti limau Afrika, harga di pasar domestik adalah sekitar Rp 50.000 per kilogram. Sekarang di Eropa, harganya sekitar Rp 130 ribu. Ini bagus dan memiliki nilai tambah. Selain itu, jika bisa diproses, misalnya, saya Saya yakin kita bisa. “- Selain meliberalisasikan ekspor produk pertanian, Menteri Pertanian juga memeriksa dan mengunjungi rumah-rumah kontainer dan mengunjungi rumah kaca PT. Momenta Agrikultura juga telah disertifikasi sebagai fasilitas fitosanitasi.

Tinggalkan Balasan