2020-07-28 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Setelah Kementerian Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran SE 12 tahun 2020, surat edaran tersebut melibatkan instruksi pelaksanaan untuk komunitas produksi dan keselamatan orang-orang yang bernavigasi di laut untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk beradaptasi dengan pandemi Kavidi 19, epidemi Departemen Transportasi Maritim Kuwaitlah yang Kementerian Perhubungan memantau perintis dalam transportasi laut untuk membantu memobilisasi masyarakat di daerah miskin, terpencil dan paling penting, terutama di Indonesia timur. Salah satunya adalah memulai Pioneer KM. Pada hari Minggu (14/6), Nusantara Belt 29 yang dikirim dari pelabuhan Biak mengangkut 239 orang ke pelabuhan Jayapura. Menurut Oktovianus C. Karubaba, kepala Otoritas Pelabuhan dan Kantor Biak Kelas III (KSOP), selama periode adaptasi dengan kebiasaan baru ini, bisnis transportasi maritim di pelabuhan Biak masih menggunakan Covid- 19 SOP protokol berbasis kesehatan, seperti menjaga jarak, mengenakan topeng dan mencuci tangan sesering mungkin untuk menjaga kebersihan. Inspeksi dan inspeksi cepat, semprotkan disinfektan pada kapal, periksa dokumen penumpang seperlunya, dan harus dilengkapi dengan izin perjalanan kelompok kerja Covid-19 Biak Numfor, kartu kuning, inspeksi sanitasi oleh pekerja kesehatan dan sanitasi. Berkata: “Kata Oktavianus. – Selain itu, Kapal Perintis KM Sabuk Nusan tara 29 juga didampingi oleh personil dari Provinsi Papua, termasuk 2 (dua) dokter, 4 (empat) dari Provinsi Papua Transport Layanan personalia, 4 anggota kru Biak Numfor Satpol PP dan 4 kru Fajar Lintas Biak.

Dia menambahkan bahwa tidak hanya penumpang yang dengan cepat diuji, tetapi juga semua ABK KM Sabuk Nusantara 29 Tes cepat. Tes ini dilakukan oleh departemen kesehatan setempat.

“Dalam hal ini, kami merekomendasikan bahwa semua pihak, personel darat, operator kapal dan masyarakat melakukan transportasi laut di pelabuhan Biak. Semua disiplin ilmu akan dihilangkan bersama untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini untuk menerapkan program kesehatan. “Pastikan Covid-19 menjaga aktivitas transportasi tetap lancar,” tutup Oktavianus.

Tinggalkan Balasan