2020-07-28 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Profesor Lal Inlatuan mengatakan bahwa pihaknya merumuskan kebijakan khusus bagi koperasi untuk mengatur kembali kredit anggotanya. / 28/2020) menunjukkan bahwa situasi saat ini tidak wajar atau tidak normal. Karena itu, tidak ada kebijakan yang dapat memuaskan semua pihak.

“Lepaskan, mungkin keuntungannya tidak sebaik di masa lalu, tetapi jika memungkinkan, jangan kalah. Jadi pikirkan seperti ini. Karena kami mencari keseimbangan antara koperasi di antara anggota koperasi,” kata Rully. Rully menekankan bahwa partainya tidak ingin koperasi jatuh. “Koperasi perlu mengadopsi sikap yang berbeda terhadap industri perbankan. Karena koperasi milik anggota itu sendiri. Tampaknya kebijakan koperasi juga ditentukan oleh anggota,” kata Profesor Rully. Dia mengatakan bahwa partainya akan membawa kepastian secepatnya. Supomo mengatakan bahwa pihaknya sudah mulai menghitung atau mempelajari apa yang dikatakan Ketua Jokowi.

“LPDB akan mementingkan koperasi sebagai mitra untuk bersantai, misalnya, restrukturisasi terkait masalah pembayaran yang tertunda.” -Untuk Supomo, LPDB dapat terus mempertimbangkan relaksasi berdasarkan apa yang telah dilakukan FSA. Untuk situasi seperti ini, tidak ada manfaat yang tidak akan berkurang. Kuncinya adalah LPDB siap untuk merilekskan mitra-mitranya, “kata Supomo.

Meskipun Rulli Nuryanto diakui oleh perwakilan urusan kelembagaan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, masyarakat telah mengevaluasi koperasi dalam kondisi saat ini. Ya, apakah koperasi tersebut Ikuti prinsip yang selalu diikuti, yaitu dari anggota ke anggota yang dapat beroperasi. Rulli mengatakan: “Karena hubungan antara koperasi dan anggota berbeda dengan hubungan antara bank dan pelanggan,” tambah Rulli bahwa telah ada beberapa koperasi dengan anggota. Bersosialisasi dan bekerja sama untuk menghadapi situasi ini bersama-sama, jika tidak, pemerintah akan menyiapkan rencana untuk membantu.

Tinggalkan Balasan