2020-07-08 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pedesaan, Wilayah Rentan dan Menteri Imigrasi Abdul Halim Iskandar di Forum Pendidikan Tinggi Pedesaan (Pertides) di Jakarta, Selasa (6/2/2020) Dipraktikkan halalbilhalal. Menteri Gus mengatakan bahwa dia telah meminta Pertides lembaga pendidikan tinggi untuk membantu perencanaan desa pembangunan 5 hingga 6 tahun. Menurutnya, kenyamanan lembaga pendidikan tinggi sangat penting, sehingga rencana pembangunan harus memenuhi kondisi, masalah dan kebutuhan desa.

“Jika kepala desa, kader desa dan masyarakat tidak memahami masalah yang dihadapi desa, kita tidak akan dapat membahas masalah. Selanjutnya, bagaimana memecahkan masalah, dan kemudian bagaimana secara sistematis menyelesaikan potensi yang ada di desa berdasarkan solusi,” Dia berkata.

Menteri Gus mengatakan bahwa banyak penduduk desa masih tidak menyadari bahwa desa tempat mereka tinggal sedang mengalami masalah. Dalam pandangannya, dalam situasi ini, kesadaran harus ditingkatkan sehingga seluruh masyarakat sadar akan masalah di desa mereka. Dia mengatakan: “Tentu saja, tanpa bantuan, akan sulit untuk menemukan masalah ini.” Dia juga menunjukkan bahwa saat ini, Kementerian Desa, Kementerian Pembangunan dan Imigrasi Daerah Kurang Berkembang (Departemen PDTT) sedang menyusun menteri-menteri pedesaan yang relevan, pengembangan dan imigrasi daerah-daerah yang kurang berkembang. Teks peraturan Kementerian (Permendes PDTT). Masalah memprioritaskan penggunaan dana pedesaan pada tahun 2021 memiliki formula baru untuk masalah penggunaan dana pedesaan preferensial, yang dapat memenuhi kebutuhan tidak kurang dari 74.953 desa di Indonesia.

“Kita harus mempertimbangkan bagaimana Izin memberi desa ruang yang cukup untuk perbaikan berdasarkan masalah desa. Namun, di sisi lain, ada juga tanda-tanda untuk menggunakan dana desa, yang tidak bias,” katanya.- — Di sisi lain, Pantit Mulyono, Presiden Pertides, mengatakan Pertides berkomitmen untuk membantu pedesaan, dan telah membuat komitmen untuk pengembangan pedesaan, dan penuh semangat. Menurutnya, Pertides akan berkontribusi untuk mempercepat pengembangan kawasan, terutama di daerah yang jauh dari perkotaan.

Dalam hal ini, lanjutnya, universitas akan menggunakan sepenuhnya rencana kampus Merdeka untuk mempromosikan pengembangan daerah. Desa. Dalam rencana ini, siswa akan memiliki kesempatan untuk secara langsung berkontribusi pada pengembangan desa. Dia berkata: “Anda harus memanfaatkan kesempatan ini kapan pun memungkinkan. Siswa tidak harus menunggu kelulusan untuk berinteraksi dan membantu mereka menyebarkan pengetahuan di masyarakat pedesaan.” (*)

Tinggalkan Balasan