2020-07-28 |  Kilas Kementerian

Tanjong Penang TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan melakukan tes untuk layanan pilotage elektronik (E-Pilotage) Pelabuhan Batam dan sekitarnya melalui Administrasi Umum Transportasi Maritim. R Agus H Purnomo, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, membuka acara dari ruangan Pusat Komando Maritim (MCC) Administrasi Umum Transportasi Maritim dan Pusat VTS, Senin (29/6/2020). Batam, kategori navigasi adalah Tanjung Pinang.

Mengenai acara ini, Direktur Administrasi Umum Transportasi Maritim, Direktur Kantor Pelabuhan Batam dan Otoritas Pelabuhan Khusus, Direktur Navigasi, Direktur Direktorat Jenderal Transportasi Maritim dan Manajer Umum PT. Persero Batam Cabang Indonesia.

Rig uji panduan elektronik yang melewati stasiun Batam Vessel Traffic Service (VTS) adalah yang kedua kalinya setelah 17 Juni 2020. Ke Stasiun Tanjung VTS Pruek Jakarta. Pada bangku tes kedua (dua), kami berharap bahwa semua pihak dapat memberikan bantuan sesuai dengan peran dan tugas masing-masing, sehingga acara ini dapat memberikan referensi untuk implementasi bangku tes e-Pilotage Benoa VTS dan VTS Tarakan berikutnya. Meskipun selalu mengacu pada peraturan nasional dan internasional yang berlaku, “Direktur Pelaksana Agus mengatakan, Senin (29/6/2020) ketika membuka bangku tes E-Pilotage melalui pertemuan virtual atau video.

Kami tahu bahwa untuk berada di perairan Indonesia Kementerian Perhubungan akan menggunakan Electronic Pilotage (E-Pilotage) untuk menguji VTS di perairan Indonesia melalui Administrasi Umum Transportasi Maritim, terutama di empat (empat) stasiun Vesse l Traffic Services (VTS) (yaitu Batam). VTS Tanjung Piriok, VTS Benoa, dan V V Tarakan.

Penerapan penyaringan elektronik (E-Pilotage) di perairan Indonesia, selain meningkatkan layanan keselamatan maritim, juga berupaya meningkatkan ekonomi nasional dengan memastikan logistik yang lancar Daya saing perusahaan ada di seluruh wilayah Indonesia.

Karena tempat uji pilot elektronik (electronic pilotage platform) didirikan di Batam VTS, diperoleh dengan menerapkan pilotage elektronik di Batam dan sekitarnya dan sekitarnya. Format, data, dan informasi terbaik sangat penting untuk mendapatkan format terbaik. Dalam pelaksanaan tes VTS, Tanjung Priok (Tanjung Priok).

Di masa depan, Administrasi Umum Kelautan, terutama Administrasi Umum Navigasi, masih akan memiliki tugas yang sangat sulit. Mempertimbangkan bahwa Indonesia membutuhkan banyak pekerjaan dan disiplin, terutama dalam hal persiapan sumber daya manusia dan peralatan, jumlah saluran air tawar di Indonesia dan rentang perairan, elektronik (uji coba elektronik) juga merupakan masalah dalam menentukan saluran navigasi.

Pada saat yang sama Dalam laporannya, Direktur Navigasi, Hengki Angkasawan (Hengki Angkasawan) menyatakan bahwa pelaksanaan uji coba atau uji bangku elektronik-pilot adalah salah satu rencana yang cepat dan sukses dari Administrasi Kelautan, terutama untuk mengoptimalkan peran Biro Navigasi. Perairan Indonesia.

“Tujuan utama pengujian tingkat lanjut elektronik adalah untuk mendapatkan input dan evaluasi untuk mempersiapkan instalasi dan infrastruktur serta peraturan pilot. Menurut berbagai karakteristik lalu lintas dan henji yang berbeda melalui sarana elektronik (pilot elektronik): – Menurut henji, dalam pelaksanaan uji E-Pilotage VTS Batam, lembaga yang terlibat meliputi area navigasi tingkat I. Tanjung Pinang, PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Batam, Kantor Pelabuhan Batam dan Otoritas Pelabuhan Khusus (KSOP Khusus) memiliki peran mereka sendiri dalam menerapkan test bed. Menurut data dari tempat uji tuntas elektronik VTS Batam (jembatan elektronik), pada Senin (29/6/2020), 2 (2) kapal berpartisipasi dalam penyaringan elektronik untuk menelepon di pelabuhan.

Kedua kapal ini adalah Kapal tunda itu membawa sebuah tongkang, yang merupakan jenis kapal yang akan dipandu, TB Capricon 106 dan TB Capricorn 120 yang akan memasuki Pelabuhan Batuamper(*)

Tinggalkan Balasan