2020-07-28 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah merilis 6 jenis ekspor pertanian dari Jawa Barat, yang terus tumbuh dan meningkatkan permintaan di pasar ekspor. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat peningkatan dari Januari hingga pertengahan Juni 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu melalui Biro Karantina Pertanian. Pada Selasa (16/6/20), Menteri Pertanian mengeluarkan instruksi dalam “Lepaskan kebebasan ekspor produk pertanian Indonesia”.

Salah satu produk yang diminati nampaknya adalah anggota kaktus atau cactaceae yang memiliki makna berbeda di tangan eksportir di Bandung. Menteri Pertanian mengatakan: “Ada sesuatu yang lebih kuat. Tanaman hias yang ditanam oleh anak-anak muda di halaman sekarang telah diekspor, dan sekitar 80-200 juta tanaman telah diproduksi dalam sebulan.” — Dalam pandemi asam sialic, tahun ini Pada paruh pertama tahun ini, ekspor kaktus Jawa Barat meningkat tiga kali lipat, meningkat 13.700 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, hanya mencapai 28 juta. Negara tujuan ekspor adalah Amerika Serikat, Kanada, Taiwan, dan Korea Selatan.

“Ini membuktikan bahwa kita bisa, kita bisa dan harus berdiri. Kita akan sepenuhnya mendukung ‘apa yang bisa kita lakukan bersama,” kata Menteri Pertanian SYL.

Selain kaktus, orang yang dikenal sebagai SYL juga menyerahkan beberapa sertifikat phytosanitary dari Jawa Barat, yang akan diekspor ke luar negeri dengan nilai total 15,4 miliar rupiah Indonesia.

6 produk termasuk teh, kopi, jeruk nipis Afrika, sayuran, vaksin dan sarang burung. Menurutnya, mengekspor ke pemerintah adalah kebanggaan negara, dan mengekspor ke rakyat adalah berkah. Memberkati para petani, agribisnis dan masyarakat sekitar yang mencari nafkah dari sektor ini.

“Seperti jeruk nipis Afrika, harga di pasar domestik sekitar Rp 50.000 per kilo. Sekarang di Eropa, harganya sekitar Rp1.300, yang sangat baik dan memiliki nilai tambah. Selain itu, jika dapat diproses Misalnya, saya yakin kami bisa. “- Selain meliberalisasikan ekspor produk pertanian, Menteri Pertanian juga memeriksa dan mengunjungi rumah-rumah kontainer dan mengunjungi rumah kaca PT. Momenta Agrikultura juga telah disertifikasi sebagai fasilitas fitosanitasi.

Tinggalkan Balasan