2020-07-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Pertanian terus meningkatkan produktivitas pangan negara dengan menjalankan banyak program, salah satunya adalah kegiatan optimalisasi lahan. Melalui rencana ini, Kementerian Pertanian mengundang semua petani untuk menggunakan semua lahan yang tersedia.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, perkembangan ekonomi yang pesat mendorong sektor pertanian untuk bersaing dengan yang lain. Departemen menggunakan sumber daya lahan. Situasi ini juga memicu transformasi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian. Akibatnya, luas lahan pertanian berkurang, yang berdampak pada produksi pertanian. “Oleh karena itu, penggunaan rawa adalah pilihan alternatif untuk meningkatkan hasil pertanian. Kesuburan tanah yang rendah, IP yang hanya ditanam setahun sekali, dan pemahaman yang terbatas tentang optimasi rawa telah menjadi hambatan untuk penggunaan rawa. Tetapi harus segera diperbaiki,” Menteri Pertanian Su Il mengatakan saat berkunjung ke Kabupaten Kapuyas di Kalimantan Tengah, Kamis (11 Juni 2020). — Dengan membangun sistem air, lahan pertanian di rawa dapat dioptimalkan menjadi lahan pertanian produktif. Pengaturan optimasi lahan ini adalah salah satu langkah yang diambil oleh Kementerian Pertanian melalui Administrasi Umum Infrastruktur dan Fasilitas Pertanian (PSP) untuk meningkatkan produksi tanaman pangan.

Menurut Sarwo Edhy, Direktur Jenderal Kementerian Pertanian PSP, pengembangan pertanian dapat dicapai melalui penerapan inovasi dan teknologi spesifik. Terutama di daerah-daerah di mana sebidang tanah tunggal besar dikelola dengan ketat.

“Infrastruktur yang memadai dan dukungan mekanisasi pertanian akan meningkatkan produktivitas dan indikator tanaman. Oleh karena itu, ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.” Ini termasuk pembangunan kanal, katup, tanggul, saluran drainase atau Perbaikan dan persiapan dan pengelolaan lahan.

“Pengelolaan air adalah kunci keberhasilan dalam mengelola lahan basah. Di musim hujan dan kemarau, pengelolaan air mutlak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Pengelolaan air harus sesuai untuk memenuhi kemampuan beradaptasi tanaman dan memastikan lapisan,” jelasnya

Sarwo Edhy mengatakan bahwa salah satu kegiatan optimasi lahan dilakukan di provinsi Kalimantan Tengah.Pada tahun 2019, 4000 hektar lahan rawa dioptimalkan, salah satunya dari Dongdong Poktan Berkat Kakal (Poktan Berkat Kakal) dari Desa Tampa, Distrik Paku, Kabupaten Barito, yang meliputi area seluas 120 hektar.

“Proses kerjanya mencakup perbaikan saluran irigasi sepanjang 4.965 meter. Serta pembangunan saluran drainase dan mengeruk seluruh kanal 3 173 m. Proyek ini selesai pada akhir tahun 2019, dan pada akhir tahun 2020, ia menjelaskan: “Proses percepatan penanaman sudah dapat dilakukan.”

Kegiatan optimasi tanah rawa di daerah Barsun East juga sedang dilakukan di desa Netampin di daerah Dusun Tengah, P3A Danum Nyalir Menerima bantuan. Luasnya 170 hektar.

“Pembangunan tahap awal dilakukan dengan menyelesaikan bagian selesai 4642 m. Selain itu, total 5 gerbang diproduksi dan saat ini siap digunakan. Implementasi tanah dan perkebunan,” Sarwo menjelaskan. Eddie muncul lagi.

Produktivitas kegiatan optimasi rawa di daerah ini adalah sekitar 3,6-4 ton / ha, sehingga dapat diharapkan bahwa kegiatan rawa opla dapat meningkat setidaknya 2 kali. (*)

Tinggalkan Balasan