2020-07-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka untuk segera mentransfer ekonomi massal ke sektor komersial, Sekretaris Perdagangan Agus Suparmanto (Agus Suparmanto) mengusulkan lima tahap pembukaan tatanan kehidupan baru (normal baru) di sektor komersial. — Kegiatan komersial, terutama di tempat-tempat komersial yang mempromosikan pembangunan ekonomi negara itu, akan dilaksanakan pada Juni 2020 melalui penerapan perjanjian sanitasi yang ketat dan pemantauan dan evaluasi yang komprehensif.

“Saat ini, semua departemen dari sektor komersial sedang mempersiapkan. Kementerian Perdagangan telah menyiapkan strategi untuk menarik diri dari COVID-19 dengan melakukan kegiatan komersial. Fase ini meliputi lima fase. Menurut tingkat kerentanan terhadap kerentanan, mereka Ada persyaratan yang berbeda. Dapat menyebar COVID-19, “Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan ketika menerima pemimpin dan anggota kelompok kerja oposisi COVID-19 Parlemen Indonesia di gedung Kementerian Perdagangan siang ini (29/5). — Kelompok Kerja Tim Nasional COVID-19 Majelis Nasional Indonesia mengunjungi Kementerian Perdagangan, bertujuan untuk meningkatkan Lebaran 1441 H Lebaran, tujuan utamanya adalah untuk membahas persiapan pemerintah untuk menerapkan tata kehidupan baru (urutan Normal Baru) dalam pandemi COVID-19. Prioritaskan protokol kesehatan dalam kasus ini. Menteri Perdagangan Indonesia Agus Suparmanto memimpin pertemuan tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Jack Sambuga (Om Nurwan) Sekretaris Jenderal, Menteri Perdagangan Dalam Negeri Suhanto (Suhanto), Menteri Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana, Srie Agustina, Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan, Kasan Muhri, Presiden Lembaga Penelitian dan Penelitian Bisnis, Kepala Tjahya Wijayanti, P Badan Perdagangan Komoditas Berjangka, Staf Ahli Menteri Perdagangan Arlinda Imbangjaya dan Sutriono Edi, Manajer Umum Kantor Sugih Rahmansyah dan Sekretaris Jenderal Negosiasi Perdagangan Internasional Moga Simatupang, Olvy Andrianita, Direktur Kantor Hubungan Masyarakat, Kementerian Perdagangan. Sebuah faksi yang dipimpin oleh Sufmi Dasco Ahmad, koordinator oposisi COVID-19 di Republik Indonesia. Beberapa anggota pertemuan juga hadir, termasuk Wakil Ketua DPR IX, Emanuel Melkides Raka Lena, dan Provence, anggota keenam Dewan Perwakilan Rakyat, AndrĂ© Rossiad, termasuk Gus Na Biller, Puti Pramasana Puspa Seruni Gunter Sukarno. -Menurut Menteri Perdagangan, strategi keluar dari Departemen Perdagangan COVID ke-19 akan diselesaikan dengan membuka kegiatan bisnis secara bertahap dan menerapkan protokol sanitasi yang ketat, membatasi jam kerja dan kemampuan operasional, menyesuaikan jumlah kunjungan dan membatasi waktu sirkulasi pengunjung. Dan dengan mengurangi risiko, merumuskan SOP di tempat-tempat komersial. Langkah-langkah (lima) dari strategi ekspor COVID-19 dirumuskan oleh Departemen Perdagangan. Memperhatikan situasi penerapan setiap tahap, sebagian besar tergantung pada status wilayah atau wilayah, serta tingkat penyebaran setiap kegiatan atau wilayah, tingkat disiplin masyarakat dan pelaku bisnis dan parameter lainnya, serta COVID-19 pusat dan daerah. Persiapan tim evaluasi dan pengawasan yang dibentuk oleh kelompok kerja dan pemerintah. Area

— Aktivitas komersial dapat dilakukan di area hijau atau area di mana tingkat reproduksi virus Rt <1. Saat ini, di 8 provinsi (Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jambi, DKI Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau), ada lebih dari 100 wilayah hijau (wilayah) /kota). Tingkat pengurangan tergantung pada kepatuhan semua departemen perusahaan dalam penerapan protokol kesehatan yang diterapkan. Penilaian dan penentuan status daerah ditentukan oleh Biro Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Satuan Tugas COVID-19 dan pemerintah daerah setempat.

Tinggalkan Balasan