2020-07-27 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Untuk memperingati kelahiran Pancasila, Menpora Zainudin Amali, bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Kementerian Pemuda melalui Konferensi Pemuda dan konferensi video Kementerian Pemuda, mengadakan pertemuan terbuka kaum muda yang diselenggarakan oleh Kepulauan Pemuda Maritim (MMN). Senin (1/6/2020) siang.

Di bawah persiapan tak henti-hentinya untuk era normal baru ini, kegiatan aktif di era digital dipandu oleh pendiri dan presiden kaisar MMN terakhir, dengan tema “Pancasila dan Pemuda Laut di Era Digital”. — Menteri Pemuda dan Olahraga menekankan dalam pengantar bahwa semua anak di negara ini, terutama anak muda, tidak boleh dipisahkan dari Pancasila.

“Salam untuk Pancasila, hari yang bahagia untuk Pancasila, tidak peduli apa yang kita lakukan, kita tidak dapat mencapai kesepakatan akhir dengan Pancasila, ideologi nasional dan negara,” Menpora menyapa semua peserta. Ada 447 peserta. Menteri Pemuda dan Olahraga lebih lanjut memuji konsep MMN, sambil menyampaikan pesan berharga bahwa jika tidak ditinggalkan dan dipinggirkan, era digital atau milenium harus cepat beradaptasi.

MMN dapat memberikan empat kontribusi sambil meningkatkan kemampuan digitalnya, yaitu, mengawasi implementasi undang-undang dan peraturan kelautan, pengembangan pendidikan masyarakat, pelatihan dan literasi maritim, dan upaya untuk mempertahankan kebijaksanaan dan otoritas budaya maritim masyarakat setempat. . Pemberdayaan sumber daya kelautan dan sumber daya manusia.

“MMN terus berbasis di Pancasila dan dapat melakukan inspeksi, seperti melaporkan kepada pihak berwenang ketika pelanggaran maritim terjadi, dan memberikan pendidikan kepada masyarakat juga sangat penting, misalnya, tidak menyia-nyiakan sumber daya apa pun. Lautan dan lautan mencemari lingkungan, sehingga Kreativitas digital dapat digunakan, “kata Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Mudah-mudahan, MMN tidak akan berhenti di webinar seperti ini. Tindak lanjut harus diambil. Dia menambahkan bahwa ini dapat dikombinasikan dengan rencana pemuda prioritas untuk implementasi segera. Pada akhir webinar ini Faisal Abdullah, Asisten Pemberdayaan Pemuda, mengatakan beberapa kata terakhir, yang harus dipertimbangkan bersama: Masalah maritim kaum muda masih merupakan masalah yang membutuhkan perhatian tinggi. Perjuangan Maritim. Dia menyimpulkan: ” Tiga perempat wilayah kami adalah samudera, dan sektor tenaga kerja yang harus diolah harus besar di sana. Tanpa upaya kami, tidak akan ada keadilan sosial. “

Berpartisipasi dalam pidato publik di Zoom Youth Webinar kali ini. Staf pemuda Venno Tetelepta, TAM Syamsul Qamar dan Asisten Asisten Pengembangan Kapasitas Pemuda I Gusti Putu Rake. (*)

Tinggalkan Balasan