2020-07-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Pertanian (Kementan) tidak pernah menyerah untuk terus meningkatkan produksi beras untuk memastikan pasokan beras di negara tersebut sehingga dapat memenuhi permintaan pangan negara tersebut, sambil berusaha menghindari dampak dari sektor pangan karena pandemi kejang.19 .

di Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan Cilacap telah mempercepat serangkaian kegiatan penanaman, Jumat ini (19/06/2020) Menteri Pertanian (Mantan) Syahrul Yasin Limpo telah mempercepat penanaman padi di Trimurjo, Kabupaten Lombok, Provinsi Lampung selatan Desa Tempuran di kabupaten ini menanam padi.

Sejak awal bulan ini, penanaman padi telah dipercepat. Tim Kementerian Pertanian langsung pergi ke lapangan untuk memastikan bahwa semua area mempercepat penanaman.

Di MT II, ‚Äč‚Äčtarget penanaman adalah 5,6 juta hektar, jadi dari Juli hingga Desember, akan ada 125.000 hingga 15 juta ton beras. Diperkirakan stok beras akan tetap stabil pada 6,84 juta ton pada akhir Juni. Dia berkata: “Tetapi setelah korona, kita masih harus makan. Saya takut pada korona, tetapi jika seseorang lapar, saya akan lebih takut.”

Selain itu, SYL mengatakan bahwa virus ini dapat membunuh orang, tetapi harus Perangi virus ini dengan memproduksi dan mempertahankan konsumsi yang baik. Ini agresif dengan terus mempromosikan pembangunan pertanian di semua wilayah di Provinsi Lampung karena memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada produksi nasional. Olahraga pertanahan dan penanaman (GPOT), bantuan benih, mesin dan peralatan pertanian, kredit komersial (KUR), asuransi pertanian dan sejumlah besar bantuan mempercepat produksi dan penanaman. -Dengan 2020, target pemerintah adalah 11,66 juta hektar sawah secara nasional, dengan potensi untuk menghasilkan 33,6 juta ton beras, sementara target area untuk penanaman padi di musim kemarau pada September 2020 adalah 5,6 juta hektar.

Tinggalkan Balasan