2020-07-27 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 tidak menghentikan Menpora Zainudin Amali untuk terus berinteraksi dengan para pemuda dan atlet. (2020), Menpora menanggapi permintaan dari Pengawal Pemuda Nasdem untuk membahas “nasib olahraga Indonesia selama dan setelah pandemi 19.” Turut serta dalam diskusi melalui media Zoom Meeting, pelatih Persela Lamongan Nil Maizar, Ketum PB PBI (Asosiasi Bowling Indonesia) Percha Leanpuri, DPD Nasdem Ketua Urusan Pemuda dan Olahraga Moh Haerul Amri, Penjaga Waketum Pemuda Pemdem Kresna Dewanata di mana Adien Jauhna Ketua lain dari Dewanata Sports Party dan Adien Jauhdem Youth Party. Cheby Aprianto. Menpora mengatakan bahwa lebih dari 200 negara / wilayah telah merasakan pandemi Covid-19. Setiap negara melakukan yang terbaik untuk memutus rantai distribusi dengan cara yang berbeda, dan beberapa di antaranya telah sepenuhnya, setengah atau PSBB terkunci seperti Indonesia. Dia terbiasa berjabatan tangan dengan CIPIKA CIPIKI setiap kali bertemu, sekarang dia memiliki pangkalan militer dan menjaga jarak. Khusus untuk dunia olahraga, ia sangat berpengaruh. Kompetisi telah berhenti dan acara-acara besar tahun ini telah dihilangkan. Konsekuensinya akan terakumulasi di tahun mendatang, meskipun tidak jelas kapan pandemi akan berakhir atau kapan itu akan terjadi. Setidaknya hanya beberapa negara yang akan populer. “Setelah bekerja keras untuk memutus rantai pandemi Covid-19, akan ada semakin banyak acara olahraga yang harus disiapkan tahun depan. Akankah kita berhenti dan menunggu?” Tanya Menteri Pemuda dan Olahraga. “Tentu saja tidak. Kami memanfaatkan momentum ini untuk mempersiapkan dan merencanakan. Saya ingin meletakkan fondasi yang kuat (grand design olahraga nasional) sehingga akan mudah bagi mereka yang melanjutkan di masa depan, karena kami sudah memiliki fondasi dan fondasi.” Kata menteri olahraga. (*)

Tinggalkan Balasan