2020-07-27 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah meminta serikat pekerja dan pengusaha untuk memperingati momentum Hari Buruh Internasional 2020 untuk memperkuat solidaritas dan persaudaraan terhadap Covid -19.

Dalam pandemi Covid-19, Menaker Ida berharap peringatan “1 Mei” akan memperkuat persatuan, persaudaraan, semangat nasional, alat untuk persatuan nasional, dan memperkuat masyarakat yang aman terhadap Covid-19 gerakan.

Membaca: Telah dipertimbangkan bahwa Kementerian Tenaga Kerja mendekati 500 TKA untuk tiba di Indonesia di sisi K3

“Kali ini 1 Mei terjadi dalam suasana yang berbeda. Itu tidak mudah, jadi tidak ada partai dan tidak ada demonstrasi. Parade. Apa yang kita lakukan hari ini adalah untuk mendapatkan kebijaksanaan di balik dirinya pada 1 Mei. Semangat perjuangan dan semangat membangun solidaritas, “Menaker Ida Fauziyah pada Jumat, 1 Mei (1 Mei, 2020) di Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta Acara peringatan yang diadakan oleh kantor mengatakan:

Pada tanggal 1 Mei, Departemen Tenaga Kerja akan melakukan inspeksi co-19 cepat untuk setiap 1.000 orang, dan bekerja sama dengan Rumah Sakit Siloya untuk melakukan inspeksi kesehatan pada pekerja yang diwakili oleh berbagai serikat pekerja, dan menghadapi Covid- Selama masa sulit selama pandemi 19, Menteri Ada menekankan bahwa pemerintah harus membentuk kemitraan dengan pengusaha, yaitu, akhir dari hubungan kerja (PHK), dan hal yang sama berlaku untuk serikat pekerja, karena menurut Ada, rekan adalah pahlawan keluarga dan ekonomi nasional. pahlawan.

Baca: IBU menunda pekerjaan 500 pekerja asing di Cina dari tenggara Sulawesi – “Kita semua, kita tidak punya pilihan selain bersatu. Tuhan berkehendak, berpegangan tangan , Kita bisa mengalahkan Covid-19. Selamat 1 Mei. 20 Mei, 20 Mei. Covid-19 akan pergi. Yang paling penting adalah menjaga tubuhmu dan tetap di rumah. “Kata Menaker Ida.

Untuk mengatasi pandemi Covid-19, pemerintah telah menyiapkan anggaran dan dukungan 405,1 triliun rupee untuk jaringan pemulihan ekonomi, kesehatan dan keselamatan sosial negara tersebut. Baca: Kementerian Tenaga Kerja meningkatkan pemberdayaan para korban PHK melalui program padat karya

Tidak hanya itu, Kementerian Tenaga Kerja juga menyiapkan berbagai rencana untuk pekerja yang diberhentikan dan di-PHK, seperti kartu tenaga kerja, infrastruktur-intensif, rencana kerja mandiri kerja produktif (TKM) padat karya dan padat karya Teknologi (TTG).

Tinggalkan Balasan