2020-07-27 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Untuk mencegah peningkatan pandemi COVID-19, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah mengoptimalkan pemasangan Pusat Pelatihan Kejuruan (BLK) untuk mencegah COVID-19. BLK bertanggung jawab untuk mengatur pelatihan dan produksi alat pencegahan distribusi COVID-19 (seperti masker, pembersih tangan, sabun, dll.).

“Semua komponen Kementerian Tenaga Kerja (dari tingkat pusat hingga daerah) dan komisioner tenaga kerja di negara-negara pemukiman akan terus aktif bekerja untuk memprediksi dan mencegah penyebaran COVID-19,” berita Menaker Ida di Departemen Hubungan Masyarakat Departemen Hubungan Masyarakat Dikatakan dalam konsep.

Menaker mengatakan bahwa saat ini ada 77 BLK dengan program menjahit profesional. Informasi status terperinci: BLK dimiliki oleh 14 pemerintah pusat (UPTP) dan BLK dimiliki oleh 63 pemerintah daerah (UPTD).

Baca: Menaker Ida mengadakan panggilan konferensi dengan peserta dalam industri pariwisata yang terkena dampak Covid-19 — -77 BLK UPTP dan UPTD, yang menyediakan prosedur menjahit profesional, akan bertanggung jawab untuk mengoptimalkan produksi masker dan pembersih tangan. Selain 77 BLK, Menaker juga meminta BLK komunitas dengan kursus menjahit profesional untuk mengambil langkah serupa. “Kami mendorong optimalisasi fasilitas komunitas BLK dan BLK dan menggunakannya sebagai tempat untuk kegiatan pelatihan dan praktik untuk menghasilkan produk murah untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Menaker.

Menaker mengatakan bahwa BLK Kementerian Tenaga Kerja sendiri kini telah mulai mengambil langkah-langkah ini. Padang BLK adalah salah satunya.

Bacaan: Menaker menarik bagi industri perjalanan untuk mengatasi dampak korona

BLK Padang melakukan tes pelatihan dan menghasilkan 2.200 masker dan 1.500 liter pembersih tangan setiap hari. Dengan menggunakan metode pelatihan yang sama, itu akan diterapkan ke 77 BLK.

Di masa mendatang, setelah berpartisipasi dalam seri pelatihan, peserta dapat bekerja di lokasi masing-masing dan menjual berbagai hasil pelatihan kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau.

Tujuannya tidak hanya untuk membantu mencegah penyebaran COVID-19, tetapi juga untuk menyediakan peluang kerja bagi masyarakat.

Untuk membantu masyarakat memperoleh modal, upah, pengembangan produk, pemasaran, Kementerian Tenaga Kerja telah mengembangkan program bantuan tenaga kerja / pekerja mandiri (TKM).

“Selain itu, untuk meningkatkan pendapatan, hasil produksi dari peserta dalam pelatihan dapat dijual dengan harga rendah dan masyarakat dapat membelinya. Hasil penjualan digunakan oleh kelompok masyarakat untuk melanjutkan produksi dan memperluas lapangan kerja,” jelas Menaker.

Menaker menambahkan Mengatakan bahwa untuk BLK dan BLK yang berbasis IT, komunitas TI akan menjadi pusat penyebaran informasi dan pemantauan penyebaran COVID-19. Kepala Pusat Pelatihan Kejuruan Indonesia (BBLKI) secara aktif mendukung upaya-upaya ini. “(*)

Tinggalkan Balasan