2020-07-27 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS / COM-Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Keimigrasian (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) berjanji bahwa penerima bantuan bantuan tunai langsung (BLT) dari Dana Desa Bantuan sosial lainnya (Bansos) tidak akan tumpang tindih dengan Proyek Keluarga Harapan (PKH) -Menteri Gus, sapaan akrabnya tragis, dan penerima manfaat Dana Desa BLT hanya untuk orang-orang yang secara ekonomi terkena dampak pandemi Covid-19.

Baca: Penduduk desa yang belum melakukannya dapat memperoleh dana desa BLT jika mereka memiliki NIK. Yang perlu Anda lakukan adalah alamat lengkap. Mendes mengatakan bahwa keluarga yang berhak atas dana desa BLT dipengaruhi oleh virus korona. Keluarga yang terinfeksi dan kehilangan mata pencahariannya, atau seperti pekerja konstruksi yang terkena dampak Covid 19.

Mantan presiden DPRD Jawa Timur mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterima oleh Tribunnews pada hari Selasa: “Hasilnya adalah hilangnya sarana untuk bertahan hidup dan hak untuk mendapatkan dana BLT dari Dana Desa.” 28/4/2020) .

Abu ยท Halim (Abul Halim) mengatakan bahwa selain itu, tiga orang dari asosiasi masyarakat (RT) akan mendaftar. Kemudian, ketiga orang ini memiliki pemahaman yang sama tentang penerima manfaat potensial dari dana desa BLT, dan mereka benar-benar tidak berdaya karena dampak Covid-9. Pemerintah desa, sukarelawan desa, anggota masyarakat, kepala adat, pemuda, dan peserta PKK muda terlibat dalam proses pendaftaran dan verifikasi penerima manfaat potensial, sehingga mereka tidak akan tumpang tindih dan tidak akan menerima bantuan sosial lainnya. “Jadi kami yakin bahwa mereka tahu bahwa inspeksi di tingkat regional juga memantau, bukannya tumpang tindih. Dia mengatakan bahwa penerima PKH, BPNT, dan kartu kerja tentu tidak akan menerima Dana Desa BLT.

Setiap KPM memberikan 600.000 rupiah kepada Dana Desa BPM setiap bulan. Pada bulan April, Mei dan Juani akan menerima total 1,8 juta rupiah berturut-turut.

Baca: Mendes Memohon Banding permintaan Walikota jika Anda ingin Jika bank mengeluarkan BLT, silakan minta polisi untuk mengawalnya – semua dana di desa ditransfer ke penggunaan langsung bantuan tunai untuk mencapai 24,47 miliar rupee, yaitu sekitar 30% dari anggaran dana desa yang dialokasikan oleh pemerintah dalam APBN 2020, yaitu 72 miliar rupee , Dan kemudian Dana Desa BLT akan dibagikan kepada 12,48 juta keluarga miskin penerima. — Rencana distribusi BLT dana desa adalah yang pertama. Untuk dana desa yang menerima 800 juta rupiah, distribusi BLT tertinggi menyumbang 25% dari total jumlah dana desa kedua, yang merupakan mekanisme distribusi dana desa BLT. Dapatkan 800 juta rupiah hingga 1,2 miliar rupiah, dapat mengalokasikan hingga 30% dari BLT. Ketiga, untuk desa yang telah menerima dana desa Rp. 1,2 miliar atau lebih akan dialokasikan hingga 35% dari BLT. (*)

Tinggalkan Balasan