2020-07-27 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah memimpin peluncuran Diaspora Care (Diaspora Care) di Graha National Disaster Management Agency (BNPB) di Jakarta pada Senin (18/5/2020). Ini adalah upaya untuk menyatukan tangan, menarik orang dan berbagi mata pencaharian antara diaspora dan orang Indonesia, terutama antara orang Indonesia yang dipecat dan dipecat. ——Perawatan diaspora juga merupakan manifestasi konkret dari program lintas batas kemanusiaan dan lintas batas kemanusiaan. Bantuan kemanusiaan di perbatasan sebagai sarana untuk mengalahkan Covid -19.

“Diaspora Care adalah kegiatan penggalangan dana diaspora, tujuannya adalah untuk membantu saudara-saudari kita di negara-negara yang terkena pandemi Covid-19, terutama para pekerja yang dipecat dan dipecat”, Menteri Irak Da (Ida Fauziyah) berkata. Dalam program perawatan ekspatriat ini, ekspatriat Indonesia di seluruh dunia menyatakan keprihatinan mereka tentang mengurangi beban pandemi di negara ini. — “Saya bangga dan tersentuh karena orang-orang di diaspora juga terkena pandemi Covid-19, tetapi mereka telah menyatakan keprihatinan dan cinta mereka terhadap negara ini,” kata Iaker Menaker. Paket “Satu-ke-Satu Keluarga” sebesar US $ 50 per bulan (setara dengan Rp780.000) akan digunakan untuk membantu memecat dan memberhentikan pekerja.

Mekanisme bantuan dilaksanakan secara online, dan calon donor akan memilih calon donor dengan memeriksa profil mereka di www.diasporapeduli.id.

“Saya berharap bahwa 6 juta diaspora yang tersebar di seluruh dunia akan segera berpartisipasi dalam Ida Fauziyah:” Program Kemanusiaan Perbatasan dan Transnasional.

Jutaan diaspora yang memiliki banyak pengetahuan, modal, jaringan idealis, dan patriotisme untuk menghubungi dan mendukung pekerja Indonesia yang telah diberhentikan atau dipecat.

Tinggalkan Balasan