2020-07-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kelompok Kerja untuk Mempercepat Covid-19 Manajemen menyatakan dalam pernyataannya pada hari Kamis (25 Juni 2020) bahwa 112 wilayah dan kota terdaftar sebagai wilayah hijau. Profesor Wiku Bakti mengatakan: “Area hijau atau tidak terpengaruh mengacu pada area di mana tidak ada kasus COVID-19 yang telah direkam atau telah terjadi, tetapi kasus tersebut telah menghilang selama 4 minggu berturut-turut dan 100% penyembuhan telah terjadi. Bawono Adisasmito dari kelompok pakar tim nasional, dikutip di situs resmi Covid19.go. fr .

Melihat bahwa banyak daerah di Indonesia telah memasuki zona hijau, ketua kelompok kerja nasional yang bertanggung jawab atas manajemen Covid-19, Doni Munardo mengotorisasi pembaruan zona hijau dan kuning Membuka pariwisata.

Doni mengatakan bahwa pembukaan departemen harus mencakup berbagai tokoh masyarakat, tokoh budaya dan agama, dan tujuannya adalah bahwa pelepasan kebijakan ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat

Selain pariwisata, pendidikan dalam pariwisata juga tatap muka Persiapan untuk belajar Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, telah mengeluarkan pengumuman mengenai organisasi studi untuk tahun ajaran ini dan tahun ajaran baru selama pandemi Covid-19.

Panduan ini dikeluarkan berdasarkan keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, nomor keputusannya adalah 01 / KB / 2020, Menteri Agama No.516 pada tahun 2020, Menteri Kesehatan HK.03.01 / Menkes / 363/2020 dan Menteri Dalam Negeri 440-882 tahun 2020

— Dalam proses persiapan dekrit tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melibatkan banyak pihak, seperti Kelompok Kerja Manajemen Protokol Covid-19, Departemen Koordinasi PMK, BNPB dan Komite X DPR. – “Prinsip mengeluarkan kebijakan pendidikan selama pandemi Covid-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, pendidik, pendidik, keluarga dan masyarakat,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Nadiem Makarim menambahkan bahwa pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah untuk tahun ajaran 2020/2021 akan berlanjut pada Juli 2020. Namun, ia mengklaim bahwa pembelajaran tatap muka hanya dibatalkan dan diizinkan untuk digunakan di area dalam kategori area hijau.

Dia menunjukkan bahwa pada 15 Juni 2020, 94% siswa akan berada di area kuning, oranye dan merah. 6% siswa yang tersisa berada di area hijau.

Meskipun Nadim memungkinkan pembelajaran tatap muka di area hijau, Nadim menekankan bahwa semua pihak harus menganggap serius perjanjian kesehatan. Dia mengatakan: “Kami mengizinkan pemerintah daerah untuk melakukan pembelajaran tatap muka di zona hijau, tetapi harus ada perjanjian yang sangat ketat.”

Nadiem menjelaskan bahwa untuk unit pendidikan yang ingin melakukan pembelajaran tatap muka, persyaratan utama adalah Apakah untuk membuka sekolah di area hijau. Kondisi kedua adalah bahwa izin dari pemerintah daerah harus diperoleh. Nadim mengatakan: “Syarat kedua adalah apakah pemerintah kabupaten atau kantor regional atau kantor Kementerian Agama mengizinkannya.” Persyaratan ketiga adalah bahwa departemen pendidikan atau sekolah harus memenuhi persyaratan berikut: Persyaratan keempat dari daftar periksa persiapan belajar tatap muka adalah untuk memberikan orang tua Kekuatan sehingga anak-anak mereka dapat belajar tatap muka.

Nadiem menjelaskan bahwa jika salah satu syarat tidak dapat dipenuhi, organisasi tidak akan diizinkan untuk belajar tatap muka. Menurutnya, persyaratan ini benar-benar dapat dicapai.

“Jika salah satu dari empat kondisi tidak terpenuhi, siswa akan terus belajar secara keseluruhan di rumah,” kata Nadim. Budiyono menyarankan bahwa dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Universitas Semarang menyarankan agar setiap orang harus terus menerapkan dan menerapkan protokol yang berlaku untuk kesehatan bahkan jika mereka berada di area hijau. Dia menyimpulkan: “harus terus memberikan pendidikan, sehingga orang tidak berpikir normal baru berarti tidak ada kesepakatan tentang kesehatan yang sepenuhnya gratis.” Penulis: Dea Duta Aulia / Sunting: Dana Delani

Tinggalkan Balasan