2020-07-26 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki membenarkan bahwa mengingat urgensi industri ritel modern, memberdayakan toko-toko kecil adalah prioritas. Menurutnya, pemberdayaan diperlukan agar mereka dapat terus bekerja keras untuk menghidupi keluarga mereka. Selain itu, jumlah stan yang mencapai 3,5 juta perusahaan adalah kekuatan ekonomi nyata orang.

“Ada kebutuhan mendesak untuk memberdayakan stan karena beberapa dari mereka dipromosikan oleh pengecer modern. Menurut data kami, ada 3,5 juta stan yang perlu diperkuat sehingga mereka masih bisa menyediakannya” Teten Masduki, Minggu (08) Maret 2020) Ketika meluncurkan produk virtual terbaru Bukalapak di Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat, ia berkata: “Karena warung adalah kekuatan ekonomi nyata bagi manusia.” Ini adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, CEO Lapak Rachmat Kaimuddin, Kreatif Staf khusus Menteri Pemberdayaan Ekonomi, Fiki Satari, Kantor Koperasi dan UKM Jawa Barat Kusmana Hartadji, Co-founder dan Ketua Open Lapak Fajrin Rasyid. -Menteri Teten memuji Bukalapak karena membantu membangun dan memperkuat gerai melalui teknologi digital. Hari ini, 1,5 juta gerai koperasi Bukalapak di 189 kota, wilayah dan desa di Indonesia dapat mengirimkan uang, menghemat emas, mengisi ulang kredit, voucher, permainan, dan secara langsung Bayar pajak kendaraan.

“Warung tradisional biasanya memiliki barang terbatas dan ruang lingkup pasar terbatas. Sekarang dengan digitalisasi, pasar berkembang dan tidak terbatas ke desa. Barang dapat dikirim dari gudang Bukalapak, sehingga harganya kompetitif. Selain itu, dapat dijual tidak hanya untuk permintaan konsumen. , Dapat juga bertindak sebagai agen pembayaran, dan dapat mentransfer emas paling banyak. Dia mengatakan ini sangat positif. – Mitra peningkatan UMKM – Dia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri untuk mencapai lulusan UMKM. Karena itu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) Dan orang yang bisa tepat waktu. Dia mengatakan bahwa yang dibutuhkan sekarang adalah mitra yang dapat membantu lulusan UMKM. Menkop dan UKM mengatakan bahwa kerja sama dengan Bukalapak dapat membantu karena pemerintah tidak perlu membayar.

“Pemerintah tidak bisa sendirian. Ini membutuhkan sumber daya manusia dan sistem yang terus berubah. Bekerja sama dengan Bukalapak, pemerintah tidak perlu mengeluarkan uang. Sekarang, ini adalah mitra yang dapat membantu UMKM masuk ke ruang kelas, “kata Teten.

Tapi, katanya, pemerintah akan memperkuat sektor keuangan. Karena menurut Teten, digitalisasi gerai akan mendorong inklusi keuangan, termasuk sektor mikro Industri perbankan akan mempelajari catatan digital dan file kesehatan untuk mengalokasikan dana. “Kami memperkuat pendanaan. Digitalisasi stan akan mempromosikan inklusi keuangan. Bahkan di masa depan, sektor mikro tidak akan memiliki setoran bank dan tidak ada tip, tetapi ada cukup data digital untuk menjelaskan status kios, “bank dapat menggunakannya untuk membayar dana,” tambah Teten.

Tinggalkan Balasan