2020-07-26 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah menyatakan terima kasih kepada Etty Bint Toyib, seorang pekerja migran Indonesia yang dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi. Sebagai pemerintah, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan partisipasi mereka, terutama dukungan keluarga NU yang diperoleh melalui LAZISNU. “Senin (Menaker Ida mengatakan ketika mengambil Etty dari Soekarno-Hatta di Bandara Banten Tangerang pada Senin (6). / 7/2020).

Menurut balasan Etty, kepala BP2MI Benny Ramdhani; orang Indonesia berkonsultasi Jazilul Fawaid, Wakil Ketua Konferensi; Anggia Ermarini dan Nihayatul Wafiroh, anggota Komite Kesembilan Dewan Perwakilan Rakyat. Tuntutan masyarakat dan perwakilan dari perwakilan Arab Saudi Indonesia sangat penting untuk pembebasan Etty dan kembali ke Indonesia.

“Saya Saya pikir itu adalah tugas kami untuk membela Ms. Etty atas nama seorang teman. Pada akhirnya, itu gratis dan diyat harus dibayar. Diyat itu untuk dukungan seluruh masyarakat, termasuk komite IX, “kata Menaker Ida.” – Sudah diketahui bahwa Etty Bint Toyyib adalah PMI dari Majalengka, Provinsi Jawa Barat, dan lolos dari Arab Saudi karena tebusan 4 juta real atau 155 miliar rupee. Hukuman mati.

Etty Toyyib adalah PMI yang bekerja di Taif, Arab Saudi. Pada tahun 2001, Etty dituduh menyebabkan kematian atasannya Faisal al-Ghamdi. Etty dituduh meracuni majikannya.

Kali ini, Menaker Ida mengumumkan komitmennya untuk terus mengadvokasi PMI yang mengalami masalah.

Dia juga mengumumkan bahwa dalam waktu dekat, partainya akan menerima PMI untuk masalah imigrasi yang ditemui di Malaysia dan akan segera pulang.

Tinggalkan Balasan