2020-07-26 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah melakukan pengumpulan data nasional tentang koperasi dan UMKM di seluruh negeri dalam menanggapi dampak epidemi COVID-19 pada upaya KUMKM-Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki pada Senin ( 16/3) / mengatakan di Jakarta pada tahun 2020 bahwa dia sepenuhnya menyadari bahwa penyebaran COVID-19 dapat berdampak ekonomi pada keberlanjutan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM).

Teten Masduki mengatakan: “Kami sepenuhnya memahami bahwa ini akan memiliki dampak signifikan pada keberlanjutan bisnis KUMKM kami.” Oleh karena itu, untuk memetakan dampak COVID-19 pada KUMKM, Kementerian Kerjasama dan UKM melakukan data nasional mengumpulkan.

“Dilaporkan bahwa KUMKM berada dalam situasi sulit bahan baku, istilah bisnis, proses produksi terganggu, atau permintaan pasar telah turun secara signifikan,” kata Teten .

Dia menekankan bahwa pemerintah akan terus menemukan yang sesuai Dia mengumumkan KUMKM Solusi berkelanjutan.

“Hubungi call center 1500-587 antara ara dan WBI 08h00-15h00 dari Senin hingga Jumat.”

Teten juga mengundang koperasi dan usaha kecil dan menengah Indonesia untuk tetap optimis tetapi selalu waspada. (*)

Tinggalkan Balasan