2020-07-26 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan memberikan bantuan gratis melalui Administrasi Distrik Changgang dan Administrasi Pelabuhan (KSOP) Administrasi Transportasi Maritim Tingkat Pertama, termasuk kapal kecil tradisional dan peralatan keselamatan kapal untuk nelayan dan kru tradisional

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Andi Hartono, kepala kantor jangka panjang KSOP I, ke kantor jangka panjang KSOP I dan perwakilan nelayan dari Pelabuhan Rakyat Lempasing, sambil terus mengimplementasikan Covid-19 sesuai dengan Petunjuk Transportasi Bundaran Menteri SE SE 2020. Perjanjian sanitasi, arahan melibatkan implementasi instruksi transportasi laut selama periode beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk beradaptasi dengan komunitas pandemi Covid-19 yang produktif dan aman.

Menurut Andi Hartono, jenis bantuan ini diberikan oleh pendirian pusat survei di KSOP Kategori I dan gratis di Lampung setelah Kabupaten Pesawaran mulai 10 Maret 2020 Setelah registrasi kapal tradisional. Semua kegiatan ini dilakukan secara gratis, sehingga nelayan dapat memperoleh manfaat darinya untuk mendapatkan legitimasi kapal.

“Dari pembentukan kabin pengukuran, hingga 307 kapal tradisional diukur, dan 265 langkah kecil ditempatkan dan diserahkan kepada pemilik. Selama periode ini, sebanyak 37 kapal tidak dapat digunakan untuk melengkapi data kapal, dan Ukuran 5 unit kapal lebih besar dari 7 GT, jadi pengiriman surat kapal harus melalui mekanisme yang berbeda, “kata Andy.

Selain itu, Andy menjelaskan bahwa pada 17 Juli 2008 “UU Navigasi”, setiap kapal yang terdaftar di Indonesia dan berlayar di laut harus memiliki sertifikat kewarganegaraan kapal.

Untuk kapal dengan tonase kotor (GT) kurang dari 7 GT, Pas Pas adalah dokumen yang sangat penting, yang dapat digunakan sebagai dokumen pemilik, sertifikat kapal nasional, dokumen integritas navigasi, keselamatan navigasi, jaminan kredit komersial dan kenyamanan di laut atau Kumpulkan data saat bahaya terjadi selama perjalanan.

Menurut Andy, selain mengirimkan instruksi kecil kepada nelayan, ini adalah bagian dari peningkatan keselamatan kru tradisional di area kerja mereka.

“Pemimpin pasukan KSOP Kelas I dan PT BUP. Personel marinir lain yang diwakili oleh SLUP juga mendistribusikan 1.520 peralatan keselamatan kapal dalam bentuk jaket penyelamat, yang menjadi perhatian Badan Maritim Pelabuhan Banjiang. Awak kapal tradisional di Provinsi Lampung, “Kata Andy.

Pada saat yang sama, Asosiasi Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Bandar Lampung mengoordinasikan para nelayan yang menerima diskon token.

Asosiasi Nelayan Nasional Banda Lampung, melalui ketua Badan Statistik Nasional Bandar Lampung, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Provinsi Lampung, terutama para nelayan di Kabupaten Pesavalan karena memberikan bantuan gratis. — “Kami mengucapkan terima kasih atas nama nelayan dan akan terus mendukung rencana pemerintah. Dalam hal ini, ketua tim KSOP Kelas I akan terus menerapkan rencana yang sangat berguna dalam upaya membangun keamanan tradisional di Provinsi Lampung,” kata. Khusaeri .

Menurut Andi Hartono, di masa depan, pemerintah akan melanjutkan upayanya melalui KSOP Kelas I Panjang untuk membantu nelayan dengan memberikan manfaat kepada mereka, dan nelayan akan mendukung kapal Pengukuran dan registrasi tanpa membayar nama samaran gratis.

“Diharapkan bahwa kapal tradisional memiliki kepemilikan resmi dan alat keselamatan kapal yang memadai untuk mencapai keselamatan, keandalan dan kenyamanan, terutama di Langgang dan sekitarnya,” tutup Andy. (*)

Tinggalkan Balasan