2020-07-26 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengunjungi Kabupaten Jenoponto, salah satu pusat produksi jagung dan beras di Provinsi Sulawesi Selatan, pada hari Senin, 20 April.

Selama kunjungan Au, Menteri SYL menyatakan kerjasama dan solidaritas dalam konstruksi pertanian, terutama selama pandemi global Covid-19.

“Saya mengundang polisi untuk datang dengan kelompok kerja makanan mereka, Badan Logistik Nasional, pengusaha, dan TNI. Ini adalah panggilan negara. Kami memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat dijamin. Menurut Menteri Pertanian, SYL, pertanian, di Dalam keadaan dan kondisi ini, kita tidak boleh berhenti.

“Kegiatan produksi dan distribusi harus dilanjutkan. “Dia berkata.”

Iksan Iskandar, menteri pertahanan SYL dan bupati Jeneponto, juga memimpin Kung. Arungkeke Kab. Panen padi di desa Kalumpangloe di Dusun Palippri, Jeneponto.

Bupati Iksan mengatakan dalam pidatonya bahwa Kabupaten Jeneponto memiliki 26.000 hektar sawah dengan hasil 5-6 ton per hektar, dan 36.000 hektar jagung dengan hasil 7,8 ton per hektar.

“Tapi saya menunjukkan hambatan kecil, Pak Menteri. Untuk jagung, karena perbedaan harga, beberapa petani menjual produk mereka ke daerah lain. Air jagung petani mencapai 30% dan harganya adalah Rp 1.700 per kilo. Secara lokal, Rp 1.800 per kilogram. Petani tidak mengambil perawatan pasca panen, tetapi langsung menjual tanaman dengan kadar air 30% untuk menggunakan kredit komersial pertanian (KUR).

“KUR pertanian adalah 50 triliun rupee. Gunakan. “Jika ada ikatan hutang atau perantara, saya meminta Kementerian Pertanian untuk berkoordinasi dengan manajer umum PSP untuk menyebarkan KUR di sini,” kata SYL.

SYL menyatakan bahwa keberadaan KUR adalah salah satu upaya negara untuk memastikan kesejahteraan seluruh petani Indonesia dan mengembangkan pertanian maju, mandiri dan modern.

“Jangan pergi ke tengkulak. Untungnya, ada lebih dari petani. Ingat, tidak ada biaya. Ingat, jangan membeli jagung dari petani dengan harga Rp 1.700. Harga pembelian adalah Rp 3.150. Beli produk di bawah HPP, “kata SYL.

Karena itu, menurutnya, harus ada proses pengolahan dan pengeringan agar kualitas jagung lebih baik dan harganya lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan