2020-07-25 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengingatkan pengusaha untuk memberikan perlindungan terbaik bagi pekerja perempuan.

Misalnya, keamanan kerja shift malam, dan kesempatan untuk beristirahat selama menstruasi untuk wanita yang sakit. Perlindungan pekerja perempuan harus menjadi prioritas utama, terutama selama pandemi Covid-19. “Selama pemantauan standar untuk perempuan dan anak-anak dan sosialisasi pencegahan virus Covid-19 di tempat kerja, Menteri Tenaga Kerja Ida mengatakan Jakarta Timur, kabupaten PIK Pulogadung UPK-PPUKMP (1/7/2020) .————————————————————————————————— Dari pesta-pesta paksaan.

“Masih banyak cerita tentang perempuan korban pelecehan, pelecehan seksual, dan perilaku tidak bermoral di malam hari. Tidak hanya disediakan oleh perusahaan, tetapi juga disediakan oleh pasukan keamanan. Menaker Ida mengatakan: “Menciptakan lingkungan yang aman adalah kondisi yang diperlukan bagi pekerja perempuan.

Perusahaan juga diharuskan untuk memastikan bahwa pekerja perempuan menikmati perlindungan kesehatan di tempat kerja. Menstruasi terganggu, melahirkan dan keguguran.

” Dalam hal ini, Perusahaan perlu memperhatikan kondisi fisik mereka dengan memberi mereka peluang untuk pulih. “Menaker Ida mengatakan bahwa melindungi pekerja perempuan seharusnya tidak menjadi beban. Di perusahaan, karena pekerja perempuan juga memiliki keunggulan dibandingkan pekerja laki-laki.

” Pengusaha seharusnya tidak berpikir bahwa jika mereka mempekerjakan pekerja perempuan, ini adalah tanggung jawab. ” Berhenti mendiskriminasi pekerja perempuan. Dia menjelaskan bahwa ada banyak aspek positif dari pekerjaan wanita, termasuk kesabaran, disiplin dan kehati-hatian.

Dalam hal ini, Ida Menaker memberikan alat pelindung diri (APD) kepada manajer dan pekerja dalam bentuk masker, pembersih tangan dan vitamin. PIK Pulogadung UPK-PPUKMP Jakarta Timur (*)

Tinggalkan Balasan