2020-07-25 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Sebelum Indonesia mengadopsi normal baru, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah meminta pengusaha merekrut pekerja -19 yang diberhentikan dan dipecat karena pandemi Covid dan memperluas peluang kerja.

Ibu Ida juga mengingat bahwa penerapan normal baru selalu memprioritaskan keselamatan kerja dan kesehatan pekerja / pekerja (K3).

Menurutnya, industri ini erat kaitannya dengan kehidupan banyak orang. Karena itu, harus dioperasikan dan dipantau secara ketat sesuai dengan peraturan kesehatan.

“” Kami berharap bahwa penerapan standar baru ini akan mendorong pembangunan ekonomi, sehingga pekerja yang diberhentikan dan diberhentikan dapat kembali bekerja terlebih dahulu, tentu saja, dengan tegas menegakkan perjanjian tempat kerja, “kata Ada. Jakarta, Selasa 2/6) .————— Ada mengatakan bahwa mempekerjakan pekerja yang diberhentikan dan diberhentikan memiliki keuntungan wirausaha bagi wirausahawan. Mereka sudah memiliki keterampilan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, memiliki pengalaman kerja dan sekali lagi memahami budaya kerja perusahaan. Menaker berkata: “Ini jelas bermanfaat bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas.

Basis data Kementerian Tenaga Kerja Hingga 27 Mei 2020, 1.058.284 pekerja di sektor formal telah diberhentikan dan 380.221 pekerja di sektor formal telah di-PHK. Pekerja di sektor informal dipengaruhi oleh 318.959 pekerja.

Selain itu, 34.179 calon pekerja migran tidak dapat pergi, dan 465 peserta magang dipulangkan. Jumlah total pekerja yang terkena pandemi Covid-19 adalah 1.792.108.

Tinggalkan Balasan