2020-07-25 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim bahwa selama pandemi Covid 19, pemerintah berusaha meningkatkan distribusi makanan. “Yang paling penting adalah bahwa penerbitan kami berjalan dengan lancar. Tentukan area yang ingin kami petakan. Ini adalah perintah presiden sehingga semua departemen kami dapat bekerja sama untuk mengisi kesenjangan. Artinya, ia tidak memiliki blokade, tidak ada isolasi, tidak ada blokade, dan Tidak ada hambatan ekspor untuk distribusi makanan, “kata Syahrul kepada Kantor Pusat Kementerian Pertanian di Jakarta (30 April 2020).

Distribusi antara Departemen Pertanian, Biro Layanan Logistik (Bulog) dan Departemen Perdagangan telah ditingkatkan untuk memastikan bahwa 11 makanan pokok termasuk beras berada dalam keadaan aman dan terkendali dalam kondisi yang aman dan terkendali , Daging sapi dan ayam, minyak nabati, telur dan nasi putih malaikat, bawang hijau, berbagai paprika dan gula.

“Dia menekankan:” Tidak semuanya kurang, karena pemerintah telah menghitung saldo stok gandum yang ada. Keberadaan PSBB dan hak-hak penyitaan di negara-negara tertentu memang memiliki dampak, tetapi kami menjamin bahwa persediaan aman, “tegasnya. -Untuk menghindari keuntungan dari situasi ini dan membuat pedagang bingung dan bingung .

“Tuhan berkehendak, jika orang tidak panik dan tidak ada pedagang bermain dalam situasi ini, maka kebutuhan kita aman. Syahrul mengkonfirmasi pidato presiden di beberapa provinsi dengan kekurangan sumber daya-Syahrul mengatakan bahwa catatan April dari Departemen Pertanian menunjukkan bahwa beberapa provinsi memiliki defisit produksi, salah satunya di Kalimantan Tengah dengan rasio kurang dari 10%.

Lalu ada dua provinsi dengan defisit setinggi 25%, yaitu Bali dan Kalimantan Barat .– Selebihnya adalah Sumatera Utara dan Riau, dengan pengalaman kurang dari 25% .– – “Namun, setelah intervensi kami, ini berarti bahwa kami pindah dari area surplus ke area defisit untuk komoditas. Akibatnya, saat ini ada sekitar 28 provinsi yang terkendali. Dia menyimpulkan bahwa meskipun dua dari mereka, Kalimantan Utara dan Maluku, perlu perhatian lebih. (*)

Tinggalkan Balasan