2020-07-25 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Dalam menghadapi pandemi Covid-19, Kementerian Desa, Daerah Miskin dan Imigrasi mengeluarkan Surat Edaran No. 8 tahun 2020 tentang Covid Tanggap 19 desa. Dalam surat edaran tersebut, semua desa diharuskan untuk membentuk relawan yang menentang Covid-19-Villages, Poor Area Development dan Immigration Minister, Abdul Halim Iskandar atau kepala desa yang biasa dikenal dengan Gus mengatakan bahwa relawan desa terkait dengan Covid-19 Salah satu tugas utama adalah memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang gejala, metode penularan dan pencegahan Covid-19 sesuai dengan protokol dan standar WHO.

Namun demikian, ia ingat bahwa sosialisasi dan pendidikan harus menghindari munculnya asosiasi komunitas. Pesan dapat disampaikan melalui brosur, poster, spanduk, brosur, baliho, siaran komunitas, tempat ibadah, desa-desa sekitar dan pembicara media sosial.

“Kuncinya bukan untuk menciptakan keramaian. Anda dapat menggunakan mobil dari satu RT ke RT lainnya, Anda dapat menggunakan selebaran, Anda dapat menggunakan speaker masjid, dan Anda bisa kreatif. Selama Anda tidak membiarkan orang berkumpul,” Katanya di Jakarta, Kamis (2/4).

Penduduk desa yang secara sukarela berpartisipasi dalam Covid 19 juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tidak ada kerumunan orang. Relawan yang diketuai oleh kepala desa berhak untuk tidak menyetujui semua kegiatan yang melibatkan banyak orang. Dia mengatakan: “Lawan Covid-19 relawan pedesaan dapat mengalihkan banyak orang dari berpartisipasi dalam kegiatan. Karena mengumpulkan banyak orang bersama akan mempercepat penyebaran,”

Selain itu, lanjutnya, relawan juga harus membuat penduduk desa mengerti , Hindari bepergian ke area lain, terutama area yang terpapar Covid 19. Alasannya adalah bahwa penduduk desa mengunjungi daerah yang terkena Covid. 19 orang memiliki potensi besar untuk diekspos. Setelah kembali ke desa, virus itu terpapar ke warga lain. Dia mengatakan: “Termasuk sosialisasi, siapa pun yang meninggal karena Covid 19 dapat dimakamkan dengan aman di mana saja, dan orang-orang ini telah dirawat di rumah sakit sesuai dengan standar WHO. Jangan khawatir,” katanya. – Menteri Gus mengatakan bahwa kebutuhan bisnis sukarelawan pedesaan Lawan Covid-19 dapat berasal dari dana pedesaan, APBD dan sumbangan pihak ketiga lainnya, dan mereka dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola keuangan yang baik, yaitu transparansi dan akuntabilitas . -Pelatihan relawan pedesaan Lawan Covid-19 telah dilaporkan ke Kementerian Desa, Wilayah Miskin, dan Urusan Imigrasi. Dapatkan Lawan Covid-19 Satuan Tugas Penjaga Pedesaan (Sekretaris Jenderal) melalui email gugustugaskdlc19@kemendesa.go.id.

Tinggalkan Balasan