2020-07-25 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM di Negara Bagian Tarakan-Dalam rangka meningkatkan layanan pelabuhan dan meningkatkan keselamatan navigasi, Kementerian Perhubungan sekali lagi menyelenggarakan tempat uji coba elektronik yang disebut e-Pilotage. Kali ini, uji coba e-Pilotage dilakukan di perairan Pelabuhan Tarakan di Provinsi Kalimantan Utara. Tes ini adalah kantor ketiga dari empat tes mengemudi elektronik yang dilakukan oleh Vessel Traffic Services (VTS) di zona pengiriman ( Disnav), yaitu VTS Tanjung Priok, VTS Batam Center, VTS Tarakan dan baru-baru ini kantor Benoa VTS.

Dalam hal ini, Administrasi Umum Keselamatan Maritim telah menyiapkan rencana pendapatan untuk menguji dan mengimplementasikan pilot elektronik untuk mengoptimalkan penggunaan VTS di area navigasi untuk meningkatkan keselamatan maritim. -Reading: Adaptasi normal baru, pelaut yang menggunakan pelaut untuk waktu yang lama mematuhi perjanjian desanté protokol

Tempat tidur uji coba ketiga harus memungkinkan semua pihak berkontribusi pada keberhasilan dan keberhasilan kegiatan ini untuk hasil pelaksanaannya Ini dapat digunakan sebagai referensi untuk mengimplementasikan e-Pilotage di Port Tarakan melalui VTS Tarakan.

Oleh karena itu, Arif Toha, Direktur Administrasi Umum Transportasi Maritim, dalam pidatonya oleh Direktur Administrasi Umum Transportasi Maritim, sebenarnya pada upacara pembukaan pelaksanaan uji keamanan informasi elektronik di pelabuhan Tarakan di utara. Kalimantan , Selasa (2020/7/7).

Arif menjelaskan bahwa pelaksanaan test bed bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dan evaluasi untuk menyiapkan fasilitas dan infrastruktur dan menerapkan regulasi e-deception sesuai dengan transportasi dan pengiriman Mengembangkan pedoman untuk berbagai karakteristik perusahaan dan menerapkan peran VTS.

Di masa lalu, implementasi platform pengujian informasi elektronik dilakukan di Tanjung Priok dan VTS Batam, dan implementasi platform ini berjalan dengan lancar. Dia mengatakan bahwa ujian masuk elektronik juga dapat berjalan dengan lancar. Oleh karena itu, ia mengucapkan selamat kepada semua pihak yang akan melakukan kegiatan ini, sehingga pelaksanaan uji mengemudi elektronik dapat terus meningkatkan kualitas layanan berdasarkan evaluasi yang dilakukan sebelumnya (yaitu di Tanjung). Priam dan Batam mengatakan bahwa implementasi di Tarakan kali ini cukup sulit – “Saya harap layanan pilot elektronik ini juga akan meningkat, layanan pelabuhan akan lebih efisien, dan navigasi lebih aman. Ini akan dijamin, termasuk perlindungan lingkungan laut di perairan Indonesia, “kata Arif.

Baca: Kementerian Perhubungan memobilisasi kapal KPLP untuk membantu menemukan kapal penangkap ikan yang tenggelam di Kupang

Pada saat yang sama, direktur navigasi Hengki Angkasawan juga berpartisipasi dalam acara tersebut.Dia menunjukkan dalam pidatonya bahwa ia telah berada di Pel sejak sebelumnya. Menurut hasil implementasi dari uji e-Pilotage yang dilakukan oleh Abuhan Tanjung Priok dan Batam, ini dapat memberikan evaluasi yang baik.

Tinggalkan Balasan