2020-07-25 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, Sugimoto City, Tokyo-Kementerian Sosial sekali lagi mempercepat distribusi bantuan sosial tunai (BST) kepada warga yang terkena dampak Covid-19. Salah satunya dilakukan di dua lokasi di Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat pada Kamis (9/07, 2020).

Menteri Urusan Sosial Julia P. Coel (Juliari P Coal) mengatakan: “Hari ini, saya secara pribadi telah mengamati bahwa BST di fase ketiga Kabupaten Sukabugan didistribusikan di antara 410 keluarga penerima manfaat (KPM). Selesai. “Bupati, berdasarkan siaran pers yang diterima oleh Tribunnews.

Lokasi kedua adalah Bale Desa Kutajaya di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menurut Departemen Sosial, distribusi BST adalah 531 KPM.

Baca: PMK Menteri Koordinasi: Ada beberapa tempat di Papua Barat yang tidak menerima bantuan sosial

Menteri Sosial mendampingi Wakil Bupati Sukhabumi Aszo Salyono, orang miskin menangani manajer umum miskin Asep Sasa Purnama, Masyarakat General Manager Resmi Edi Suharto dan Direktur PFM Wilayah 1 Nurpujianto. — Setelah mengalokasikan tahap ketiga, Julia Li mengatakan bahwa pemerintah akan mendapat manfaat dari pendapatan bulanan sebesar 300.000 rupiah. Bantuan akan dialokasikan hingga Desember 2020.

Sebagai hasil kerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda), Kantor Pos Umum Indonesia dan bank-bank pemerintah, distribusi Kementerian Sosial BST akan terus diperkuat. (Himbara) .

Baca: Kagumi Menteri Sosial, Gubernur Provinsi Kartala: Diskusi ramah, bersahabat, dan bersahaja dengan Pak Ari

“Koordinasi dengan kawasan ini sangat penting karena pemerintah Indonesia setempat dan Indonesia Post Dan Pemerintah Negara Himalaya sebagai mitra pipa BST, “kata Juliari. — Kementerian Sosial menyadari bahwa situasi ekonomi saat ini sedang menurun. Oleh karena itu, BST sangat dibutuhkan untuk mempromosikan pembangunan ekonomi masyarakat dan memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang tidak dapat dipenuhi karena pandemi Covid-19. Saya bertanya kepada 2-3 penduduk dan mengumumkan bahwa dibutuhkan 3 juta rupee sebulan karena Covid-19 tidak mampu membelinya. Julian Li mengatakan: “Melalui jumlah 600.000 rupee, Biro Standardisasi Telekomunikasi dapat digunakan untuk mempromosikan pembangunan ekonomi masyarakat dan memenuhi kebutuhan keluarga.” (*)

Tinggalkan Balasan