2020-07-24 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Abdul Halim Iskandar, Menteri Desa, Wilayah Rentan dan Imigrasi (Mendes PDTT), meminta para guru dan kampus untuk berpartisipasi dalam membantu para kepala desa mengembangkan rencana pembangunan desa.

Abdul Halim mengungkapkan bahwa salah satu kendala dalam pembangunan desa adalah perencanaan, sejauh ini masih banyak kepala desa yang berkembang bersama yang tidak sesuai dengan kebutuhannya tetapi sesuai dengan keinginan atau keinginannya. Desa terdekat. Penduduk desa tampaknya berjuang untuk lokasi pembangunan, “Menteri Halim mengatakan sebagai pembicara utama di acara Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negari Malang pada hari Senin, 29 Juni 2020.

Menteri Gus, Salam Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa melalui kontak dengan guru dan kampus, pembangunan pedesaan lebih terkonsentrasi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan.

Mantan ketua Majelis Provinsi Jawa Timur terus melanjutkan Sampai sekarang, dana desa telah digunakan untuk membangun infrastruktur jalan yang menghubungkan satu desa ke desa lain atau dari satu desa ke desa lainnya. — Pembangunan infrastruktur “Misalnya, pada poros sebuah desa, Anda harus Terhubung dengan lembaga pendidikan, pusat atau lokasi produksi, apakah itu produksi makanan atau bidang lain “, tambahnya. – Menteri Luar Negeri meminta untuk memahami dan mengevaluasi perkembangan yang dianggap tidak didasarkan pada kebutuhan. – Pada tahun fiskal berikutnya 20 21, Dana desa harus digunakan secara lebih bijaksana berdasarkan kebutuhan darurat atau skala prioritas.

Contoh daerah ini adalah Papua, Papua Barat dan NTT. Masih ada sekitar 5.000 desa tanpa listrik. Oleh karena itu, basis desa harus digunakan dalam rencana elektrifikasi pedesaan. “” Sejauh ini, masih ada sekitar 1500 desa tanpa Internet di desa kedua, jadi kami akan menggunakan dana desa 2021 untuk desa-desa, sama seperti desa-desa yang menghargai belanja internet. Tentu saja, ini juga akan diadopsi melalui kerjasama. Teknologi komunikasi dan informasi, Telkom dan pihak-pihak yang berkuasa “menambahkan bahwa orang ini lahir di Jombang. (*)

Tinggalkan Balasan