2020-07-24 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Keimigrasian (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) menyatakan pentingnya model penyelesaian masalah untuk desa-desa tertentu. Menurutnya, jika masalah yang muncul di desa tidak terlalu serius atau cukup penting untuk diselesaikan di desa, maka hukum tidak selalu menjadi rujukan.

Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) atau orang yang biasa dikenal sebagai Menteri Gus adalah contoh penyelesaian masalah di desa, dan kemudian masalah tersebut dapat diselesaikan di desa tanpa harus mengeluh Berbagai saluran hukum. Saya ingat ketika saya masih kecil. Misalnya, jika ada pencuri ayam atau pencuri ayam, mereka tidak harus dibawa ke kantor polisi atau sel dimasukkan oleh kantor polisi. Apakah sel itu sederhana? Dia berkata: “Ini biasanya diputuskan oleh kepala desa, dan ini diputuskan oleh kepala desa karena dia memiliki daya tarik, kemampuan dan otoritas yang luar biasa, sehingga keputusannya diterima oleh seluruh masyarakat. Dia melanjutkan, ini yang saya lakukan. Mengatakan model penyelesaian masalah khusus desa. “Menteri Gus percaya bahwa di balik perhatian negara untuk memecahkan berbagai masalah, desa memiliki solusi sendiri.

Desa memecahkan masalah penduduk sebanyak mungkin. Melalui adat dan budaya masing-masing desa.

Oleh karena itu, Menteri Gus berharap bahwa Konferensi Budaya Pedesaan 2020 dapat merefleksikan budaya baru, otentik dan inovatif yang dikelola oleh masyarakat pedesaan saat ini. Saya berharap konferensi ini akan menjadi kekuatan pendorong yang sangat penting untuk mengubah dan memperkuat budaya pedesaan di masa depan. Menteri Gus menyimpulkan bahwa ia juga menjadi tuan rumah Konferensi Budaya Pedesaan 2020, Rabu (20/01/20)) yang diselenggarakan oleh Rural Innovation Studio. (*)

Tinggalkan Balasan