2020-07-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Wilayah-wilayah tertentu di Indonesia dan Sumatra Selatan telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Saat ini di Sumatera Selatan, ada 2 area di area merah di mana pandemi Covid 19 menyebar.

Menurut PSBB, karena semua orang membutuhkan makanan dan nutrisi yang memadai, mereka harus terus memenuhi kebutuhan makanan dan nutrisi mereka.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, atau orang yang biasa dikenal dengan SYL, mengungkapkan bahwa “masalah pertanian adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat. Tidak ada yang tidak makan, jadi pertanian tidak boleh berhenti.” Profesor Pertanian (BPPSDMP). Dedi Nursyamsi, Magister Pertanian, mengatakan bahwa pertanian tidak boleh berhenti, harus terus bekerja keras untuk menghasilkan produk pertanian. Anda dapat berhenti dan menghasilkan 600 telur puyuh setiap hari.

Sejak awal 2020, burung-burung kecil dengan nama latin coturnix coturnix japonica telah dikembangbiakkan, banyak di antaranya digunakan untuk menjual telur. Sekalipun telurnya sangat kecil, masing-masing seberat 50 hingga 70 gram, ukurannya tidak akan sebesar telur.

Meskipun kandungan protein telur puyuh adalah 13%, kandungan protein telur hanya 11%.

Hanya 30 hingga 35 burung puyuh dalam sangkar dengan panjang 100 cm, lebar 60 cm dan tinggi 30 cm siap diproduksi.

Sekolah Kejuruan PP Negeri Sembawa memiliki 600 burung puyuh, yang merupakan salah satu kegiatan pertanian pendidikan yang dikelola oleh siswa pertanian muda, yang dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat. Selama periode hasrat seksual yang kuat ini, kebutuhan protein dan nutrisi sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh, yang menjadikan telur puyuh sebagai produk komersial potensial dengan peluang besar.

“Karena permintaan telur puyuh di pasar, penanggung jawab sekolah mengatakan bahwa di daerah sekitar Sembawa, budaya pemuliaan puyuh memiliki potensi tinggi dan dapat dikembangkan menjadi perusahaan pertanian. Sembawa mayor. (*)

Tinggalkan Balasan