2020-07-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Presiden Joko Widodo meninjau distribusi bantuan tunai kepada banyak keluarga penerima manfaat yang ditahan di Jalan Ir. H. Juanda Post Office, Kota Bogor, Rabu, 13 Mei 2020. Bantuan tunai telah diberikan kepada publik sehingga mereka masih dapat memiliki daya beli selama pandemi Covid-19.

“Pagi ini, saya ingin memastikan distribusi bantuan sosial tunai (BST) kepada masyarakat. Hari ini saya memeriksa di kantor pos di Kota Bogor.” Presiden didampingi oleh Muhadjir Effendy, Menteri Koordinasi Masyarakat Lokal dan Pengembangan Budaya Mengatakan. Menteri Sosial Juliari P. Batubara dan Walikota Bogor Bima Arya. -Presiden percaya bahwa serah terima itu sangat baik dan telah merumuskan protokol kebersihan yang ketat. Kepala negara juga berbicara singkat dengan penduduk setempat yang mencari bantuan.

“Antriannya sangat bagus dan jaraknya sangat panjang. Semua orang memakai topeng. Sebelum membayar, bersihkan tangan Anda dengan pembersih tangan. Saya pikir prosedur perawatan medis adalah apa yang harus kita lakukan,” kata presiden. -Presiden menjelaskan dalam pernyataan bahwa bantuan sosial yang disiapkan oleh pemerintah bervariasi sesuai dengan fungsinya masing-masing. Ini adalah Program Harapan Keluarga (PKH), pengemasan makanan, bantuan sosial tunai, bantuan makanan non tunai (BPNT), bantuan tunai desa (BLT), dll di sebagian besar masyarakat. Orang-orang yang paling terkena dampak pandemi Covid-19. “Kami berharap dengan bantuan sosial semacam ini, kami dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga konsumsi domestik kami akan kembali normal di masa mendatang. Inilah yang kami harapkan, “tambahnya. Selain itu, kepala negara juga menyebutkan kerja sama antara pemerintah pusat dan berbagai daerah dalam rangka memberikan bantuan kepada masyarakat. Menurutnya, sejauh ini, kerja sama bisa relevan dengan hal ini. Beberapa celah di lapangan, ketua percaya bahwa mereka dapat segera ditingkatkan pada langkah selanjutnya dari distribusi.

“Memang, ada 1-3 masalah terkait data yang masih belum dapat diselesaikan. Dikoreksi (langkah pertama). Tapi saya pikir nanti di langkah kedua bulan depan, jika Tuhan menghendaki, itu akan menjadi lebih baik. “

Untuk memberikan informasi, bantuan tunai yang dialokasikan dalam setiap fase berjumlah 600.000 rupiah. Bantuan akan diberikan dalam tiga fase – Menteri Sosial Juliari P. Batubara (Juliari P. Batubara) diposting pada kesempatan lain Dengan kata lain, ia menjelaskan bahwa pemberian bantuan tunai di Kota Bogor saat ini adalah target pertama untuk 170 orang. Keluarga penerima. Dalam proyek ini, ada total 26.353 keluarga penerima di Kota Bogor.

” 170 penerima bantuan sosial akan menerima uang tunai senilai IDR 600.000 pada fase pertama dari tiga fase. Akan dibagikan kepada mereka, “katanya. (*)

Tinggalkan Balasan