2020-07-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, GRESIK-melalui Kementerian Transportasi yang diwakili oleh Biro Pemanenan Pelabuhan Gresik dan Administrasi Maritim Umum Administrasi Level II telah meluncurkan aplikasi program pemantauan untuk kegiatan pemantauan online dari pelabuhan yang bernama “Giri Indera Samudera (GIS) Aplikasi) “diluncurkan oleh R. Agus H Purnomo, Direktur Jenderal Transportasi Laut, melalui pertemuan online tentang aplikasi tersebut, dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Gresik, pejabat dari Administrasi Umum Transportasi Laut, dan kepala UPT di Jawa Timur. , Instansi pemerintah dan pemangku kepentingan di wilayah Gresik, pimpinan dan asosiasi TUKS di wilayah Gresik.

Menurut R. Indonesia, Direktur Jenderal Pengiriman. -Pada tahap awal, fokusnya adalah memantau kegiatan pelabuhan berdasarkan sistem informasi geografis Pelabuhan Gresik. Di masa mendatang, pelabuhan akan segera diimplementasikan di tingkat nasional dan terintegrasi dengan sistem layanan yang ada (seperti Inaportnet). -Dalam era Industri 4.0, terobosan ini dianggap sangat tepat, karena kantor KSOP tingkat II Gresik, sebagai pengawas pelabuhan Gresik, mengintegrasikan video surveillance di ruang kontrol kantor tingkat II KSOP Gresik.

“Mempertimbangkan keterbatasan sumber daya manusia dan lingkup pengawasan yang luas di wilayah pelabuhan Gresik, sangat tepat untuk memulai aplikasi GIS ini, jadi langkah ini harus ditingkatkan ke Argus.” Meskipun Harvest Harvest dan secondary port Direktur Biro Gresik R Totok Mukarto melaporkan dalam laporan makanikannya, tetapi aplikasi GIS ini adalah program tindakan perubahan dari orang yang bertanggung jawab. Desain kantor KSOP Kelas II Gresik, temanya didasarkan pada Sistem Informasi Geografis Pelabuhan Gresik untuk meningkatkan layanan dan mengawasi pemindahan Services-Totok mengatakan bahwa saat ini di wilayah pelabuhan Gresik, Pelabuhan Gresik memiliki 12 kepentingan pribadi terminal (TUKS) dan 4 entitas bisnis pelabuhan (BUP).

Untuk TUKS, ini termasuk PT. Jasa Mulia Abadi raya, PT. Kayu lapis Sumbe r Mas Indah, PT. Galangan Kapal Indonesia Marina, PT. Wilmar Nabati Indonesia, PT. Semen Indonesia, PT. Delta Artha Bahari Nusanatara, PT. Java Generation Bali, PT. Pertamina Bintumen Gresik, PT. Petrokimia Gresik, PT. Foundry, PT. Karya Indah Alam Sejahtera, PT. Orela Shipyard.

Entitas pelabuhan komersial adalah PT. Perusahaan cabang Pelindo III Gresik, PT. PT Gresik Jasa Tama. Dermaga Siam Maspion dan PT. Berlian Manyar sedang berkembang. “Mengingat jumlah entitas yang mementingkan diri sendiri dan perusahaan pelabuhan di area kerja kantor KSOP II Gresik, serta jumlah minimum sumber daya manusia, KSOP Gresik II telah membuat terobosan, yang dapat memantau aktivitas pelabuhan sejauh mungkin dan memberikan yang lebih baik di TUKS dan BUP. Layanan, “Tutup Totok. (*)

Tinggalkan Balasan